SMAN 1 Purwosari Tularkan Semangat “Green School”, Latih Sekolah Imbas Membuat Eco-Enzym dari Limbah Organik
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen menuju predikat Adiwiyata Mandiri terus diwujudkan oleh SMAN 1 Purwosari melalui berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan. Salah satunya dengan menularkan semangat Green School kepada sekolah-sekolah imbas melalui pelatihan pembuatan Eco-Enzym, cairan multifungsi yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik.
Kegiatan pengimbasan tersebut diikuti puluhan siswa dan guru dari sekolah mitra, di antaranya SDN Capang 1 dan SDN Dawuhansengon 1. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan Eco-Enzym sebagai solusi pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah.
Inovasi Ramah Lingkungan dari Limbah Dapur
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan konsep pengolahan limbah organik sederhana yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Eco-Enzym dibuat melalui proses fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran yang dicampur dengan gula merah serta air.
Salah satu kader Adiwiyata dari SMAN 1 Purwosari menjelaskan bahwa pembuatan Eco-Enzym cukup mudah diterapkan di sekolah maupun rumah tangga.
“Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa sampah bukan sekadar masalah, tetapi juga potensi. Dengan perbandingan 3:1:10, yaitu tiga bagian sampah organik, satu bagian gula, dan sepuluh bagian air, kita bisa menghasilkan cairan pembersih alami yang bebas bahan kimia,” ujarnya di sela-sela praktik pembuatan.
Cairan Eco-Enzym sendiri memiliki beragam manfaat, mulai dari pupuk cair untuk tanaman, pembersih lantai, hingga disinfektan alami yang ramah lingkungan.
Siswa Jadi Agen Perubahan Lingkungan
Menariknya, kegiatan pengimbasan ini tidak hanya dipandu oleh guru, tetapi juga oleh para siswa yang tergabung dalam tim kader lingkungan SMAN 1 Purwosari. Mereka berperan aktif membimbing peserta dari sekolah imbas mulai dari tahap pemilahan hingga proses fermentasi.
Para siswa memberikan pendampingan secara langsung dalam beberapa tahapan penting, seperti memilih limbah kulit buah yang masih segar, teknik pemotongan agar proses fermentasi berjalan optimal, hingga penjelasan tentang berbagai manfaat Eco-Enzym dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini merupakan implementasi dari konsep pendidikan lingkungan dalam program Adiwiyata, di mana siswa didorong menjadi agent of change atau penggerak perubahan dalam masyarakat.
Menguatkan Jejaring Menuju Adiwiyata Mandiri
Kepala SMAN 1 Purwosari menegaskan bahwa kegiatan pengimbasan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekolah yang telah menyandang predikat Adiwiyata Nasional untuk membina sekolah lain di sekitarnya.
Menurutnya, tujuan utama program ini bukan sekadar mengejar predikat Adiwiyata Mandiri, tetapi membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di dunia pendidikan.
“Target kami bukan hanya meraih Adiwiyata Mandiri, tetapi menciptakan ekosistem pendidikan yang benar-benar peduli lingkungan. Jika semua sekolah di Pasuruan mampu mengelola sampah organiknya sendiri, dampak hijaunya tentu akan sangat besar bagi lingkungan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan sekolah-sekolah imbas dapat mengadopsi teknologi sederhana namun bermanfaat tersebut dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Dengan begitu, gerakan peduli lingkungan tidak berhenti di satu sekolah saja, melainkan terus menyebar dan mengakar kuat di Bumi Pasuruan. Ans




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?