DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Komitmen Kemenpora Siapkan Beasiswa dan Jaminan Hari Tua Atlet
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lia Istifhama mengapresiasi komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menyiapkan kebijakan berkelanjutan bagi atlet nasional, mulai dari beasiswa pendidikan hingga jaminan hari tua pascakarier olahraga.
Apresiasi tersebut disampaikan DPD RI Lia Istifhama usai melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Lia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin masa depan atlet setelah tidak lagi aktif bertanding.
“Usia atlet itu terbatas, paling hanya sampai 34 tahun. Setelah itu mereka meninggalkan dunia keatletan. Masa negara meninggalkan mereka begitu saja?” ujar Lia saat ditemui di kantornya di Surabaya, Jumat (30/1/2026).
Menurut Lia, atlet memiliki peran strategis sebagai duta bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Karena itu, negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan para atlet tidak kehilangan arah setelah masa emas prestasi berakhir.
“Siapa yang menyebarkan Merah Putih di luar negeri kalau bukan kepala negara dan para atlet? Atlet membawa martabat bangsa. Sudah sepatutnya negara hadir sampai fase pascakarier mereka,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, Kemenpora memaparkan berbagai langkah penguatan ekosistem atlet, di antaranya rencana penyediaan beasiswa pendidikan, pelatihan lanjutan, serta upaya mendorong jaminan hari tua dan skema pensiun atlet. Program tersebut saat ini tengah dikomunikasikan lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Keuangan.
Lia menilai arah kebijakan tersebut sebagai terobosan penting untuk menjawab kekhawatiran banyak atlet yang selama ini menghadapi ketidakpastian ekonomi setelah pensiun dari dunia olahraga. Ia berharap kebijakan itu dapat diformalkan secara berkelanjutan dan tidak bergantung pada figur atau momentum tertentu.
“Atlet tidak boleh ditinggalkan setelah mereka selesai berprestasi. Negara harus memastikan ada transisi yang manusiawi dan bermartabat,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Yohan, menjelaskan bahwa perhatian terhadap atlet dan pemuda merupakan bagian dari strategi besar pembangunan karakter dan sumber daya manusia Indonesia. Kemenpora, kata dia, berupaya mengintegrasikan pembinaan prestasi dengan penguatan pendidikan, keterampilan, serta jaminan kesejahteraan jangka panjang.
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara DPD RI dan Kemenpora dalam merumuskan kebijakan kepemudaan dan olahraga yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi masa depan.
DPD RI Lia Istifhama berharap hasil dialog tersebut dapat menjadi pijakan penguatan kebijakan nasional, sehingga atlet Indonesia tidak hanya berjaya saat bertanding, tetapi juga sejahtera setelah mengakhiri kariernya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?