Banner Iklan

Bekal Rifqi, Alumnus Manajemen UMM yang Berkarier di BUMN Tak Cuma IPK

Anis Hidayatie
30 Januari 2026 | 17.02 WIB Last Updated 2026-01-30T10:02:39Z


Tak Cuma IPK, Ini Bekal Nyata Alumnus Manajemen UMM yang Berkarier di BUMN

MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Latar belakang pendidikan Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi fondasi penting bagi perjalanan karier Muhammad Rifqi Fakhar, S.M., alumnus yang kini berkiprah di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menilai, proses pembelajaran di Program Studi Manajemen UMM tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga membentuk pola pikir manajerial yang sistematis dan relevan dengan dunia kerja yang sarat regulasi, tanggung jawab, serta pengambilan keputusan strategis.

Menurut Alumnus angkatan 2018 itu, kekuatan utama yang ia rasakan selama menempuh studi bukan terletak pada satu mata kuliah tertentu, melainkan pada cara berpikir yang dibangun secara berkelanjutan. Mata kuliah seperti Manajemen Sumber Daya Manusia, Perilaku Organisasi, Manajemen Strategik, hingga Studi Kelayakan Bisnis (SKB) membiasakan mahasiswa melihat persoalan secara menyeluruh, mulai dari perumusan tujuan, proses pelaksanaan, analisis risiko, hingga evaluasi hasil.

“Kalau flashback waktu masih kuliah dulu, yang paling berpengaruh justru bukan satu mata kuliah tertentu, tapi cara berpikir manajerial yang dibangun. Pola pikir ini sangat membantu ketika harus menghadapi persoalan kompleks di lingkungan kerja profesional,” ujarnya.

Dalam praktik kerja, Rifqi sapaan akrabnya merasakan bahwa kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja tim menjadi kompetensi yang paling cepat terpakai sejak awal memasuki dunia kerja. Namun, ia juga menyadari ada sejumlah aspek yang baru benar-benar terasa krusial setelah terjun langsung, terutama di organisasi besar seperti BUMN yang menuntut ketelitian tinggi dan kepatuhan terhadap prosedur. Disiplin administrasi, manajemen waktu, serta ketelitian yang di lingkungan kampus kerap dianggap sepele justru menjadi faktor penentu kredibilitas di dunia profesional.

Selain aspek akademik, keterlibatan dalam kegiatan nonakademik seperti organisasi kemahasiswaan dan kompetisi juga dinilainya berperan besar dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kompetensi tersebut, menurutnya, kerap diuji dalam dunia kerja yang dinamis dan penuh tekanan.

“Adaptasi terbesar di awal karier adalah ritme kerja yang cepat dan besarnya tanggung jawab. Pekerjaan di BUMN bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi memastikan setiap proses dan keputusan selaras dengan standar operasional prosedur (SOP), regulasi, serta berdampak luas bagi banyak pihak. Di kantor, pekerjaan bukan cuma soal deadline, tapi juga akuntabilitas dan kepatuhan,” katanya.

Ia menambahkan, koordinasi lintas unit, penyusunan laporan, analisis data, hingga proses pengambilan keputusan menuntut ketelitian dan kesiapan mental sejak hari pertama bekerja. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tantangan dunia kerja sering kali baru benar-benar terasa setelah lulusan terjun langsung.

Karena itu, Rifqi menekankan pentingnya penguasaan hard skill dasar sejak masih berstatus mahasiswa, seperti kemampuan mengolah data menggunakan spreadsheet, menyusun laporan dan presentasi profesional, serta memahami alur proses bisnis. Meski terlihat sederhana, keterampilan tersebut justru paling sering digunakan dan menjadi penilaian utama pada fase awal karier.

“Selain hard skill, sikap kerja adalah faktor penentu keberlanjutan karier. Kemauan belajar, kreativitas, serta kemampuan bekerja dengan berbagai karakter orang menjadi soft skill utama untuk bertahan dan berkembang. Organisasi, magang, dan aktivitas luar kelas sangat berperan dalam membentuk mental kerja nyata, mulai dari menghadapi target, konflik, tanggung jawab, hingga menjaga etika profesional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa IPK hanyalah tiket masuk, bukan penentu akhir. Bagi perekrut, pengalaman nyata, pemahaman terhadap kontribusi diri, serta sikap rendah hati namun tetap percaya diri menjadi nilai utama. Menurut Rifqi, Manajemen UMM telah membangun kebiasaan profesional sejak dini, karena karier sejatinya dibentuk dari konsistensi menjaga sikap-sikap kecil dalam keseharian.(ANS)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bekal Rifqi, Alumnus Manajemen UMM yang Berkarier di BUMN Tak Cuma IPK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now