Jatimsatunews.com, Sidoarjo – Muhammadiyah Boarding School (MBS) Porong kembali menegaskan komitmennya dalam mendidik santri melalui pengalaman nyata. Pada Selasa, 6 Desember 2026, MBS Porong menggelar agenda brainstorming kepanitiaan MBS Pro All Star Show 2026 sebagai bagian dari pembekalan santri dalam mengemban amanah besar kepemimpinan dan kerja kolektif.
Kegiatan ini diikuti santri tingkat SMP dan SMA yang terlibat sebagai panitia inti pagelaran seni dakwah dan edukasi. Tidak sekadar menyiapkan acara, brainstorming ini dirancang untuk melatih cara berpikir terorganisir, komunikasi tim, pengambilan keputusan, serta manajemen kepemimpinan dinamis kompetensi penting bagi santri di usia remaja.
Kepala Pengasuhan Santri MBS Porong, Rozaq Akbar, menegaskan bahwa pendidikan pesantren harus hadir dalam bentuk penugasan nyata yang terarah.
“Pendidikan di pesantren tidak boleh lepas dari penugasan, tetapi penugasan itu harus disertai pengarahan, pengawalan, dan evaluasi. Karena itu kepanitiaan ini bukan sekadar untuk menyukseskan acara atau syiar, tetapi sarana pendidikan adab, kepemimpinan, dan mental positif. Ini adalah kurikulum,” tegasnya.
Tiga Ketua, Satu Tim
Menariknya, kepanitiaan MBS Pro All Star Show 2026 dipimpin oleh tiga ketua panitia sekaligus: Risky Samudra, Andi Royyan, dan Almyra Bilqisty. Skema ini sengaja diterapkan untuk melatih kolaborasi, dinamika kepemimpinan, dan kemampuan berbagi peran.
Dalam sesi brainstorming, ketiganya menyampaikan bahwa amanah sebagai ketua panitia bukan hal ringan. Mereka harus memimpin teman sebaya, bahkan sebagian dari kakak kelas, dengan latar karakter yang beragam.
“Tugas ketua ternyata tidak bisa dikerjakan sendiri. Kami belajar bahwa tiga ketua harus benar-benar berbagi peran, saling bantu, dan bekerja dengan working checklist yang jelas,” ujar Risky Samudra.
Hal senada disampaikan Andi Royyan. Menurutnya, brainstorming ini menjawab kegelisahan para ketua dalam mengelola tim besar.
“Awalnya kami merasa berat karena harus memimpin teman sendiri. Di sini kami belajar tentang pendelegasian tugas, bagaimana membagi tanggung jawab tanpa saling tumpang tindih,” ungkapnya.
Sementara itu, Almyra Bilqisty menilai brainstorming menjadi ruang aman untuk belajar kepemimpinan yang realistis.
“Kami sadar bahwa semua pekerjaan bisa diselesaikan bersama, tidak sendiri-sendiri. Brainstorming ini membuka cara berpikir kami tentang manajemen waktu, komunikasi, dan kepemimpinan yang saling menguatkan,” tuturnya.
Dibimbing Praktisi SDM
Untuk memperkuat proses tersebut, MBS Porong menghadirkan Andrian Wicaksono Annur, S.E., coach berpengalaman di bidang Human Resource Development. Dalam sesi interaktif, santri dibimbing memahami konsep pendelegasian, alur kerja tim, manajemen risiko, hingga pentingnya working checklist dalam mengelola event berskala besar.
Pendekatan ini membantu santri melihat bahwa kepemimpinan bukan soal otoritas, melainkan kemampuan menggerakkan potensi bersama secara terstruktur dan beradab.
Panggung Dakwah dan Pendidikan Karakter
MBS Pro All Star Show 2026 merupakan puncak dari proses panjang pengembangan diri santri melalui Kelas Aksentuasi Diri. Pagelaran seni ini mengusung tema “Shine Like A Star, Inspiring Hearts Through Faith and Taqwa” dengan motto “Berkarya melalui Seni, Berdakwah melalui Pesona, Membangun Generasi Islami yang Berprestasi.”
Sebagai pesantren bermotto “Islami, Beradab, dan Berwawasan Global”, MBS Porong memandang kegiatan kreatif seperti ini sebagai media dakwah kultural sekaligus wahana pembentukan karakter kepemimpinan santri.
Rangkaian kegiatan MBS Pro All Star Show akan digelar pada 14 Februari 2026, didahului Awarding MBS Pro Islamic Festival pada 7 Februari 2026. Melalui proses brainstorming dan kepanitiaan ini, MBS Porong berharap santri tumbuh menjadi generasi yang siap memimpin, mampu bekerja sama, dan berani bertanggung jawabbukan hanya di atas panggung, tetapi juga dalam kehidupan nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?