Banner Iklan

Perkuat Pembangunan Daerah Lewat Sinergi Pentahelix, Pemkot Malang Resmi Gandeng Tiga Perguruan Tinggi

Admin JSN
06 Agustus 2026 • 11.16 WIB

 

Momen penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Malang dengan perwakilan tiga perguruan tinggi (UB, Unisma, dan Universitas Ma Chung) guna mempercepat program pembangunan daerah. 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah konkret ini diwujudkan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tiga kampus ternama, yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Malang (Unisma), dan Universitas Ma Chung.

Penandatanganan kerja sama strategis ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dan dihadiri oleh para rektor dari masing-masing perguruan tinggi. Wahyu menegaskan bahwa sinergi akademisi dan birokrasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari implementasi program Dasa Bakti Pemkot Malang. Selain itu, langkah ini merupakan bentuk kepatuhan pemerintah daerah terhadap instruksi pusat.

"Ini adalah salah satu tindak lanjut dari program Dasa Bakti, di mana kita mensinergikan program Pemkot Malang dengan potensi dari perguruan tinggi. Sebagaimana arahan Bapak Presiden, kita harus senantiasa bermitra, bekerja sama, dan merangkul perguruan tinggi dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah," ungkap Wali Kota Wahyu Hidayat.

Kerja sama yang dijalin antara Pemkot Malang dan ketiga perguruan tinggi ini disepakati untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Untuk tataran implementasinya, MoU tersebut akan diturunkan secara teknis melalui PKS yang melibatkan fakultas-fakultas terkait dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang.

Sinergi ini secara khusus dirancang untuk memperkuat konsep pembangunan *pentahelix*. Melalui kolaborasi ini, pemikiran kritis, kajian teknis, dan hasil riset dari kalangan akademisi akan dijadikan landasan dalam merumuskan kebijakan di berbagai sektor prioritas. Salah satu contoh nyata yang telah berjalan adalah keterlibatan akademisi dalam Tim Forum Lalu Lintas untuk mengurai problematika mobilitas di Kota Malang.

Menyandang predikat sebagai kota pendidikan, Kota Malang menjadi rumah bagi puluhan perguruan tinggi negeri maupun swasta serta ratusan ribu mahasiswa dari seluruh penjuru Nusantara. Dinamika kependudukan yang padat ini tentu menghadirkan berbagai tantangan perkotaan yang kompleks.

Oleh karena itu, keterlibatan aktif kampus dalam membedah dan mencari solusi atas problematika kota dinilai sangat krusial.

"Kota Malang ini identik sebagai kota pendidikan. Jumlah mahasiswa yang beraktivitas dan tinggal di sini hampir mendekati jumlah penduduk asli Kota Malang. Karena itu, sudah selayaknya perguruan tinggi ikut serta memikirkan dan merancang arah pembangunan Kota Malang ke depan," pungkas Wahyu.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perkuat Pembangunan Daerah Lewat Sinergi Pentahelix, Pemkot Malang Resmi Gandeng Tiga Perguruan Tinggi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?