Banner Iklan

Mahasiswa KKN SDGs Kelompok 28 Gelar Sosialisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik Bernilai Ekonomis

Admin JSN
02 Agustus 2026 • 12.06 WIB

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Kelompok 28 UPN "Veteran" Jawa Timur bersama warga kampung Pancasila Kelurahan Dukuh Menanggal, Surabaya.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Kelompok 28 UPN "Veteran" Jawa Timur melaksanakan program kerja berupa Sosialisasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini diselenggarakan di RT 04 RW 02 Kelurahan Dukuh Menanggal, yang merupakan salah satu wilayah terpilih sebagai Kampung Pancasila Kota Surabaya, sehingga sosialisasi ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya menciptakan lingkungan yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik rumah tangga melalui budidaya maggot BSF. Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa sisa sayuran, buah, nasi, dan limbah dapur yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Selain mampu mengurangi volume sampah organik, budidaya maggot juga berpotensi menghasilkan berbagai produk bernilai jual, seperti maggot segar, maggot kering, telur BSF, hingga kasgot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Pada sesi materi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengundang hama, serta menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit. Oleh karena itu, budidaya maggot BSF menjadi salah satu alternatif solusi yang efektif karena mampu mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor peternakan maupun pertanian.

Selain itu, narasumber menjelaskan mengenai karakteristik lalat Black Soldier Fly (BSF) yang berbeda dengan lalat rumah. Lalat BSF tidak menggigit, tidak menyengat, tidak hinggap pada makanan manusia, serta tidak berkembang biak pada bangkai maupun kotoran sehingga aman digunakan dalam proses budidaya. Peserta juga dikenalkan dengan siklus hidup BSF mulai dari telur, larva (maggot), pupa, hingga lalat dewasa sebagai dasar dalam memahami proses budidaya.

Dalam kegiatan ini juga dipaparkan berbagai manfaat budidaya maggot, baik dari aspek lingkungan, peternakan, pertanian, maupun perekonomian. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk ikan, ayam, bebek, dan ternak lainnya. Sementara itu, kasgot (bekas magot) yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pupuk organik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah. Dengan modal yang relatif terjangkau, budidaya maggot juga memiliki peluang usaha yang menjanjikan.

Sebagai penutup, peserta diberikan panduan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan (do's) dan dihindari (don'ts) dalam budidaya maggot, seperti menggunakan sampah organik yang masih segar, memisahkan sampah organik dan anorganik, menjaga kelembapan media, serta menghindari pemberian bahan anorganik maupun bahan kimia ke dalam media budidaya. Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN SDGs Kelompok 28 berharap masyarakat RT 04 RW 02 dapat mengoptimalkan pengelolaan sampah organik secara mandiri melalui budidaya maggot BSF. Diharapkan program ini mampu mendukung terwujudnya Kampung Pancasila yang tidak hanya menjunjung nilai kebersamaan dan gotong royong, tetapi juga menjadi lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.






Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa KKN SDGs Kelompok 28 Gelar Sosialisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik Bernilai Ekonomis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?