Banner Iklan

Mahasiswa PPNS Dorong Pemberdayaan Desa Kebonagung melalui PPK Ormawa 2026

Admin JSN
02 Agustus 2026 • 11.29 WIB
Dokumentasi Kegiatan Pemberdayaan Desa Kebonagung melalui PPK Ormawa 2026

GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM : Setiap desa memiliki potensi untuk berkembang. Hal yang dibutuhkan adalah kolaborasi, inovasi, dan keberanian untuk memulai.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 melaksankan program pemberdayaan masyarakat di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Program bertajuk REVITALIME: Penguatan Ekonomi Desa Kebonagung melalui Divertifikasi Produk Jeruk Nipis Berbasis Potensi Lokal dengan Pendekatan One Village One Product ini berfokus pada optimalisasi potensi jeruk nipis sebagai komoditas unggulan desa menjadi berbagai produk bernilai tambah. Pelaksanaan program ini mendapat pendampingan penuh oleh Ibu Ovi Prina Gastriani, S.T., M.M., selaku dosen pembimbing.

Balai Desa Kebonagung menjadi saksi dimulainya pembukaan dan peresmian Program PPK Ormawa 2026 pada Jumat (10/07/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 56 peserta yang terdiri atas Pemerintah Desa Kebonagung, ibu-ibu PKK, tim pelaksana PPK Ormawa, volunteer, Himpunan Mahasiswa Manajemen Bisnis, serta perwakilan Kemahasiswaan PPNS. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan diikuti secara antusias oleh para peserta.

Ketua Tim PPK Ormawa, Siti Attahira, menjelaskan bahwa Desa Kebonagung dipilih karena memiliki potensi jeruk nipis yang melimpah, namun potensi tersebut belum mampu memberikan nilai tambah yang maksimal bagi perekonomian masyarakat Desa Kebonagung. Fluktuasi harga jeruk nipis menyebabkan nilai jual hasil panen tidak menentu. Bahkan, saat tim melakukan survei awal, harga jeruk nipis pada musim panen sempat turun hingga sekitar Rp800/Kg sehingga tidak sebanding dengan biaya produksi. Berangkat dari kondisi tersebut, tim PPK Ormawa BEM PPNS merealisasikan program REVITALIME untuk mendorong pengolahan jeruk nipis menjadi produk bernilai tambah dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua Pelaksana, Maulana Arfa, menambahkan bahwa masyarakat akan memperoleh pendampingan mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga membantu legalitas usaha sehingga produk olahan jeruk nipis memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Menyambut pelaksanaan program tersebut, Kepala Desa Kebonagung, Bapak Lubis, berharap program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, tetapi juga mampu melahirkan produk unggulan desa yang dapat meningkatkan pendapatan warga dan memperkuat perekonomian lokal.

Sementara itu, Dosen Pendamping Program PPK Ormawa BEM PPNS, Ovi Prina Gastriani, S.T., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah program berakhir. Menurutnya, Program REVITALIME dirancang untuk mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi jeruk nipis menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar. "Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaat program dapat terus berlanjut," ujarnya. Menurutnya 

Program REVITALIME akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juni hingga September 2026. Selama empat bulan pelaksanaan, program ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk olahan jeruk nipis, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas organisasi, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, serta mengasah kemampuan teknis dan nonteknis melalui pendampingan langsung di tengah masyarakat. 

Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan produksi, pengembangan kemasan, pendampingan legalitas usaha, penguatan strategi pemasaran, hingga evaluasi program. Seluruh tahapan tersebut dirancang agar masyarakat mampu mengembangkan usaha olahan jeruk nipis secara mandiri dan berkelanjutan. 

Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, Tim PPK Ormawa BEM PPNS berkomitmen mengawal pelaksanaan Program REVITALIME hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Melalui pendekatan tersebut, program ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas jeruk nipis, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta menjadi fondasi bagi pengembangan produk unggulan Desa Kebonagung di masa mendatang.


Penulis : Siti Attahira, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa PPNS Dorong Pemberdayaan Desa Kebonagung melalui PPK Ormawa 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?