![]() |
| Pelatihan pembuatan briket arang dari sekam padi oleh Mahasiswa KKN Kelompok 10 Nara Bhakti kepada anggota Gapoktan Desa Mojoduwur. |
JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Kuliah Kerja
Nyata (KKN) Kelompok 10 Nara Bhakti Universitas Pembangunan Nasional
"Veteran" Jawa Timur menyelenggarakan rangkaian seminar bertema pemanfaatan
limbah menjadi produk bernilai ekonomi di Desa Mojoduwur, Kabupaten
Jombang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai
pentingnya pengelolaan limbah sekaligus memberikan keterampilan dalam mengolah
limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi peluang
usaha.
Rangkaian kegiatan diawali
dengan seminar pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket arang sebagai
energi alternatif, yang diselenggarakan di rumah Ketua Kelompok Tani Dusun
Juning. Seminar ini diikuti oleh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa
Mojoduwur sebagai bentuk upaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian yang
selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagai salah satu desa
agraris di Kabupaten Jombang, Desa Mojoduwur memiliki produksi padi yang cukup
tinggi sehingga menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah besar. Selama ini,
limbah tersebut umumnya hanya ditumpuk atau dibakar, padahal memiliki potensi
untuk diolah menjadi briket arang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar
alternatif sekaligus memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dalam penyampaian materi,
peserta memperoleh penjelasan mengenai manfaat briket arang sekam padi, mulai
dari proses pembuatannya, keunggulan sebagai bahan bakar ramah lingkungan,
hingga peluang pengembangannya sebagai usaha berbasis masyarakat. Tidak hanya
menerima materi, peserta juga mengikuti praktik pembuatan briket arang, mulai
dari pencampuran bahan, proses pencetakan, hingga tahap pengeringan. Antusiasme
peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keterlibatan langsung selama
sesi praktik berlangsung.
Selain menyasar sektor
pertanian, mahasiswa KKN Kelompok 10 juga mengadakan seminar pemanfaatan
limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang diikuti oleh ibu-ibu
PKK Desa Mojoduwur. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai bahaya
pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta memperkenalkan alternatif
pengolahannya menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual.
![]() |
| Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah oleh Mahasiswa KKN Kelompok 10 Nara Bhakti bersama ibu-ibu PKK Desa Mojoduwur. |
Pada seminar tersebut, peserta diperkenalkan dengan tahapan pembuatan lilin aromaterapi mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan pewarna dan minyak esensial, hingga proses pencetakan lilin. Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK diharapkan mampu mengembangkan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha rumahan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak bekas.
Seluruh rangkaian seminar mendapat respons positif dari masyarakat. Baik anggota Gapoktan maupun ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha produktif di tingkat desa.
Arivia Fikratuz Zakia,
S.E., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 10 KKN, turut
mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang
mengangkat tema pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi
merupakan langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis
potensi lokal. Ia menilai bahwa inovasi dalam mengolah limbah, seperti sekam
padi menjadi briket arang dan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, tidak
hanya memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka
peluang usaha baru yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi serta
kesejahteraan masyarakat Desa Mojoduwur.
Melalui kegiatan ini,
Mahasiswa KKN Kelompok 10 Nara Bhakti UPN "Veteran" Jawa Timur
berharap masyarakat Desa Mojoduwur semakin terdorong untuk memanfaatkan limbah
yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang bernilai guna dan
bernilai jual. Dengan demikian, upaya pengelolaan limbah dapat berjalan seiring
dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis
potensi lokal.
Penulis : Bimo Satrio Prayogi, Rafealyn Florachinta Listyara Putri, Muhammad Azam Fikri




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?