
Dosen Pendamping Pelaksana Ma Chung Festival, Paulus Lucky Tirma Irawan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Ma Chung kembali menghadirkan konsep penyambutan mahasiswa baru yang berbeda melalui Ma Chung Festival (MCF) 2026.
Mengusung tema "Ignite the Convergence: Rise, Unite and Transform sebagai turunan tema besar kampus “Fostering Transformative Convergence", rangkaian kegiatan tahun ini tidak hanya menjadi ajang orientasi, tetapi juga perayaan kreativitas mahasiswa. Sejalan dengan semangat transformasi Universitas Ma Chung menjelang usia ke-20 tahun.
Dosen Pendamping Pelaksana Ma Chung Festival, Paulus Lucky Tirma Irawan yang juga Dosen Program Studi Teknik Informasika bahwa persiapan MCF sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun. Sejak Januari hingga Februari, tim dosen telah menyusun konsep dasar dan melakukan pembentukan tim inti, sebelum kepanitiaan mahasiswa resmi terbentuk pada April 2026.
"Persiapannya sudah dimulai sejak Januari. Namun, yang terbentuk saat itu baru tim inti. Setelah kepanitiaan mahasiswa terbentuk pada April, kami terus melakukan koordinasi hingga sekarang," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (3/8/2026) di front office rektorat.
Menurut Lucky, seluruh pelaksanaan Ma Chung Festival sepenuhnya berada di tangan mahasiswa. Para dosen hanya berperan sebagai pendamping yang memastikan setiap program berjalan sesuai tujuan universitas.
"Pelaksana kegiatan 100 persen mahasiswa. Kami sebagai dosen pendamping hanya mengarahkan, memastikan target kegiatan tercapai, dan membantu ketika mereka membutuhkan diskusi. Setiap divisi memiliki dosen pendamping masing-masing sehingga komunikasi berjalan lebih efektif," jelasnya.
Tema dipilih sebagai turunan dari visi besar Universitas Ma Chung yang tahun ini mengusung semangat Convergence. Melalui tema tersebut, mahasiswa diajak bangkit bersama, memperkuat kolaborasi, dan bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik.
"Tema ini selaras dengan semangat universitas menuju usia 20 tahun. Kami ingin mahasiswa baru memahami bahwa perubahan terbaik lahir dari kolaborasi dan keberanian untuk berkembang bersama," katanya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih banyak menghadirkan hiburan musik atau band, MCF 2026 memberikan panggung utama bagi kreativitas mahasiswa sendiri. Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah drama musikal yang mengangkat kisah dan kegelisahan mahasiswa baru saat memasuki dunia perkuliahan.
"Tahun ini kami ingin mengembalikan esensi festival kepada mahasiswa. Mereka menjadi pemeran utama. Drama musikal akan menggambarkan pengalaman dan kegalauan mahasiswa baru secara kreatif dan menghibur," ungkap Lucky.
Rangkaian kegiatan Ma Chung Festival dimulai pada pertengahan Agustus. Tepatnya mulai 10 Agustus hingga 12 September 2026.
Salah satu agenda penting akan berlangsung pada 15 Agustus 2026, yakni penyambutan mahasiswa baru sekaligus pengenalan fakultas. Sementara puncak kegiatan akan berlanjut hingga September 2026, termasuk prosesi inaugurasi mahasiswa baru.
Lucky menambahkan, konsep penyambutan di Universitas Ma Chung sengaja dirancang agar berbeda dengan orientasi mahasiswa baru yang selama ini identik dengan kegiatan yang menegangkan.
"Banyak orang menganggap masa orientasi sebagai sesuatu yang menakutkan. Di Ma Chung, kami ingin mengubah pandangan itu. Kami merayakan kedatangan mahasiswa baru melalui festival yang menyenangkan sekaligus bermakna. Ospek tanpa perpeloncoan istilahnya," ujar dosen Lucky
"Bahkan orang tua juga diberikan pemahaman mengenai proses pembelajaran di kampus sehingga mereka merasa lebih tenang," lanjutnya.
Melalui Ma Chung Festival 2026, Universitas Ma Chung berharap mahasiswa baru dapat memulai perjalanan akademiknya dalam suasana yang hangat, inklusif, dan inspiratif. Festival ini juga menjadi cerminan budaya kampus yang mengedepankan kolaborasi, kreativitas, serta pengembangan karakter sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Ans


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?