Banner Iklan

KKN SDGs Berdampak Bela Negara Kelompok 35 UPN “Veteran” Jawa Timur Tingkatkan Digitalisasi UMKM Desa Sambirejo Melalui Program “Sambi Digital”

Admin JSN
08 Agustus 2026 • 19.11 WIB
Mahasiswa KKN Reguler Bela Negara Kelompok 35 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur bersama warga setempat setwlah melakukan Sosialisasi Sambi Digital (Sambirejo Berdaya Melalui Digitalisasi).

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital, mahasiswa KKN Reguler Bela Negara Kelompok 35 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sambi Digital (Sambirejo Berdaya Melalui Digitalisasi) pada Sabtu (18/7/2026) di Balai Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi digital UMKM melalui pendampingan legalitas usaha, digitalisasi pemasaran, hingga pemanfaatan sistem pembayaran digital. Program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan masih banyak UMKM yang belum memiliki legalitas usaha, belum memanfaatkan pemasaran digital, serta belum menerapkan sistem pembayaran non-tunai.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Sambirejo yaitu Bapak Sungkono, yang hadir bersama perangkat desa. Sekitar sembilan pelaku UMKM serta masyarakat dari Dusun Sambirejo, Dusun Komboh, dan Dusun Jumok turut mengikuti kegiatan dengan antusias. Kehadiran pemerintah desa menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan UMKM agar mampu berkembang dan bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Program Sambi Digital dirancang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi usaha, tetapi juga menghadirkan pendampingan secara langsung sehingga peserta dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh pada hari yang sama.


Materi yang disampaikan meliputi pentingnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas usaha, pengenalan Sertifikasi Halal, pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran digital, penggunaan e-commerce melalui Shopee, optimalisasi Google Business Profile, serta pentingnya desain kemasan (packaging) sebagai identitas produk. Seluruh materi dikemas secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM yang baru mulai memanfaatkan teknologi digital. Tidak hanya menerima materi, peserta juga aktif berdiskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha, mulai dari proses perizinan, pemasaran produk, hingga penggunaan platform digital. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung.


Sebelum proses pendaftaran legalitas usaha dilakukan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melaksanakan pendataan terhadap masing-masing pelaku UMKM. Pendataan meliputi identitas pemilik usaha, jenis usaha, produk yang dihasilkan, serta dokumen persyaratan yang diperlukan untuk pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB). Tahap ini bertujuan memastikan seluruh data yang digunakan dalam proses pendaftaran telah sesuai sehingga meminimalkan kendala saat pengajuan dilakukan. Setelah seluruh data peserta dinyatakan lengkap, mahasiswa KKN secara langsung melakukan proses pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS). Proses ini dilakukan oleh mahasiswa berdasarkan data dan dokumen yang telah diberikan oleh masing-masing pelaku UMKM, sehingga peserta memperoleh pendampingan penuh selama proses pengajuan legalitas usaha. Pendampingan tersebut menjadi fokus utama dalam program Sambi Digital karena legalitas usaha merupakan langkah awal bagi UMKM untuk memperoleh akses terhadap berbagai program pengembangan usaha dan meningkatkan kredibilitas usahanya.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pelaku UMKM Desa Sambirejo semakin memahami pentingnya legalitas usaha serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Pendampingan yang diberikan diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas. Program Sambi Digital menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Reguler Bela Negara Kelompok 35 UPN "Veteran" Jawa Timur dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi desa melalui pemberdayaan UMKM berbasis digital. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus terjalin sehingga transformasi digital UMKM dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Desa Sambirejo.


Penulis : Mahasiswa KKN SDGs Berdampak Kelompok 35 Jombang

DPL : Sheidy Yudhiasta, S.Pd., M.Par


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KKN SDGs Berdampak Bela Negara Kelompok 35 UPN “Veteran” Jawa Timur Tingkatkan Digitalisasi UMKM Desa Sambirejo Melalui Program “Sambi Digital”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?