MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ajang pencarian figur representatif mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki babak Grand Final. Para finalis Duta FITK 2026 tampil menunjukkan kemampuan, wawasan, kreativitas, karakter, dan potensi kepemimpinan dalam kegiatan yang digelar di Hall Lantai 5 Gedung Ir. Soekarno, Kamis (6/8/2026).
Grand Final Duta FITK 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pencapaian akademik. Para finalis tidak hanya dituntut mampu tampil di hadapan publik, tetapi juga menunjukkan kesiapan menjadi representasi fakultas di berbagai ruang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana, dilanjutkan Ketua DEMA FITK. Sambutan pembuka dari Dekan FITK UIN Malang disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Marno, M.Ag.
Kehadiran jajaran pimpinan dan unsur kemahasiswaan tersebut menunjukkan dukungan fakultas terhadap pengembangan potensi mahasiswa melalui kegiatan yang mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, kepercayaan diri, serta kepemimpinan.
Salah satu momen yang menarik perhatian dalam pembukaan ditandai dengan aksi menekan tangan secara bersama-sama. Aksi tersebut dilakukan Ketua Pelaksana, Ketua DEMA FITK, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, serta Pembina Duta FITK.
Meski sederhana, aksi tersebut menjadi simbol kebersamaan dan dukungan berbagai unsur fakultas terhadap proses pemilihan Duta FITK 2026. Pesannya cukup jelas: pengembangan mahasiswa tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa itu sendiri, tetapi membutuhkan dukungan lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan.
Lebih dari kompetisi untuk mendapatkan gelar, Grand Final Duta FITK 2026 menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk berani tampil, menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
Figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan peran sebagai representasi positif FITK. Selain memiliki kemampuan komunikasi dan wawasan yang baik, Duta FITK dituntut memiliki integritas, kepercayaan diri, serta kemampuan membawa nilai-nilai akademik dan budaya fakultas dalam berbagai kegiatan.
Peran tersebut membuat gelar Duta FITK tidak berhenti sebagai penghargaan. Mahasiswa yang terpilih akan membawa tanggung jawab untuk menjadi komunikator fakultas, menjembatani komunikasi dengan mahasiswa, sekaligus ikut memperkenalkan berbagai potensi dan prestasi FITK.
Ajang tersebut juga menjadi bagian dari proses pengembangan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Kreativitas, karakter, komunikasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kemampuan yang turut diasah melalui proses pemilihan.
Bagi para finalis, panggung Grand Final menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil proses yang telah mereka lalui sekaligus menguji kesiapan tampil sebagai figur publik di lingkungan fakultas.
Dukungan pimpinan, DEMA FITK, pembina, panitia, dan sivitas akademika menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Duta FITK 2026. Kolaborasi tersebut membuat ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi antarmahasiswa, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk mendorong mahasiswa berani mengambil peran lebih luas.
Pada akhirnya, Duta FITK 2026 bukan semata tentang siapa yang berhasil meraih gelar. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi proses menemukan mahasiswa yang siap membawa nama baik fakultas, menjadi inspirasi bagi sesama, serta menerjemahkan peran representasi melalui kreativitas dan kontribusi nyata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?