Banner Iklan

Gandeng Dinas Lingkungan Hidup, Mahasiswa KKN UPN Jatim Gelar Sosialisasi dan Praktek Budidaya Maggot di Baureno, Bojonegoro

Admin JSN
06 Agustus 2026 • 15.17 WIB
Foto Mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro 

BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sukses menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro dalam menyukseskan sosialisasi serta praktik dalam budidaya maggot Black Soldier Fly di Desa Baureno (1/8/2026). Kegiatan ini diprioritaskan bagi para penerima manfaat Program Gayatri, yaitu Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri.

Program ini digagas menjawab dua persoalan yang dikeluhkan peternak seperti bau kandang yang menyengat dari kotoran dan mahalnya harga pakan. Dalam kegiatan ini tim DLH Kabupaten Bojonegoro memberikan edukasi mengenai budidaya maggot mulai dari persiapan media, perawatan dan pemanfaatannya untuk pakan ternak.

Mardiono, salah satu peternak ayam petelur mandiri di Desa Baureno lebih dulu merintis budidaya maggot secara otodidak. "Setelah saya pelajari, saya rawat, ternyata kotorannya baunya setengah mati. Akhirnya, gimana caranya sampai ada yang kayak EM4, sebenarnya itu kan mengurangi bau, enggak mempan, sampai saya pakai pewangi baju." ujarnya.

Dari segi ekonomi, Mardiono mengungkapkan budidaya maggot menekan pengeluaran pakan ternak sebanyak 15%-20%. Pengeluaran pakan yang ditekan tersebut berasal dari berkurangnya kebutuhan pakan pabrikan, karena maggot hasil budidaya yang memenuhi sebagian asupan ayam. Tidak hanya itu, kasgot yang dihasilkan oleh maggot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman.

"Kalau pengganti mungkin belum bisa, tetapi bisa menjadi tambahan supaya tidak terlalu banyak menggunakan pakan pabrikan," ujar Citra. Ia juga mengaku tertarik mencoba budidaya maggot setelah mengikuti pelatihan tersebut. 

Operator Alat Berat DLH Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Dwi Cahyo, mengatakan budidaya maggot juga memberi manfaat bagi lingkungan. Menurut dia, maggot dapat mengurangi bau kandang sekaligus membantu mengolah sampah organik rumah tangga. 

"Maggot ini bisa menjadi pakan pendamping. Kalau peternak hanya mengandalkan pakan konsentrat, tentu akan cukup membebani," ujar Cahyo. Ia menambahkan, keberhasilan budidaya maggot bergantung pada kebiasaan masyarakat memilah sampah organik sejak dari sumbernya. 

Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal memperkenalkan budidaya maggot kepada masyarakat Desa Baureno. Ke depan, penerapannya akan bergantung pada hasil uji coba di tingkat peternak serta partisipasi warga dalam mengelola sampah organik sebagai sumber pakan maggot. 

Penulis : Innocentia Ade Kinanti


























































































































 




Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gandeng Dinas Lingkungan Hidup, Mahasiswa KKN UPN Jatim Gelar Sosialisasi dan Praktek Budidaya Maggot di Baureno, Bojonegoro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?