Banner Iklan

Dokter UMM Peringatkan Gaya Hidup Sedentari Picu Penyakit Serius

Admin JSN
06 Agustus 2026 • 15.13 WIB
Dosen Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Rubayat Indradi, MOH.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Gaya hidup minim aktivitas fisik atau sedentary lifestyle kini menjelma menjadi ancaman diam-diam atau silent killer bagi masyarakat modern. Transformasi pola kerja dan kemudahan akses teknologi membuat banyak orang terjebak dalam rutinitas pasif, yang secara drastis meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

Merespons darurat kebiasaan "mager" (malas gerak) ini, pakar kedokteran okupasi sekaligus Dosen Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Rubayat Indradi, MOH., menekankan urgensi perombakan pola hidup sehari-hari demi menghindari ancaman kesehatan jangka panjang.

Gaya hidup sedentari adalah pola hidup minim aktivitas fisik di mana seseorang banyak menghabiskan waktu dengan duduk atau berbaring (rebahan) tanpa mengeluarkan banyak energi.

Menurut dr. Rubayat, rutinitas harian masyarakat masa kini—baik pekerja kantoran maupun pelajar—sangat didominasi oleh postur statis selama berjam-jam tanpa diselingi aktivitas fisik yang memadai. Kondisi ini dinilai sebagai gerbang utama menuju berbagai komplikasi kesehatan serius di usia produktif.

"Silakan menganalisis diri sendiri per 24 jam, berapa jam Anda duduk di ruangan atau rebahan? Itu adalah contoh nyata sedentary work yang berisiko memunculkan obesitas, diabetes, hingga hipertensi," ujar dr. Rubayat.

Pesatnya kemajuan teknologi digital turut disorot sebagai faktor utama yang memanjakan sekaligus merusak pola gerak aktif masyarakat. dr. Rubayat menyayangkan kebiasaan publik yang kian enggan melakukan mobilitas fisik dasar, seperti terlalu mengandalkan layanan pesan-antar makanan atau menggunakan kendaraan bermotor meski jarak yang ditempuh sangat dekat.

"Kecanggihan teknologi sekarang itu bikin kita jadi malas, apa-apa delivery, ya mager. Kenapa tidak diubah habit-nya itu? Cobalah jalan kaki dan jangan takut berkeringat," jelasnya secara lugas.

Sebagai solusi, masyarakat didorong untuk membangun komitmen nyata terhadap rutinitas fisik, bukan sekadar berselancar di dunia maya. Pergerakan tubuh yang konsisten juga terbukti memiliki peran krusial dalam mereduksi beban mental dan stres akibat tekanan hidup sehari-hari.

"Itulah pentingnya kalian punya hobi fisik. Jangan jempolnya saja yang olahraga, hanya jempolnya saja yang sehat. Mulailah dari hal-hal kecil seperti stretching (peregangan) setiap 2 jam sekali atau berjalan kaki," tegas tokoh akademisi UMM tersebut.

Menjaga kebugaran tubuh di era modern membutuhkan kesadaran proaktif dari setiap individu untuk melawan dominasi kenyamanan semu. Menggantungkan diri pada kemudahan teknologi memang praktis, namun mengorbankan kesehatan fisik demi kemalasan adalah sebuah kerugian mutlak di masa depan.

Jadikan jalan kaki dan peregangan sebagai rutinitas wajib harian Anda, karena tubuh yang aktif bergerak adalah investasi tak ternilai untuk mencapai kehidupan yang produktif, sehat, dan berkualitas.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dokter UMM Peringatkan Gaya Hidup Sedentari Picu Penyakit Serius

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?