Banner Iklan

Ekonomi Desa Tak Menjadi Penghalang, Anak-Anak Tlogoagung Diajak Berani Bermimpi dan Rajin Menabung

Admin JSN
10 Agustus 2026 • 10.02 WIB
Foto Bersama Adik-Adik MI Miftahul Ulum & SDN Tlogoagung (Arya Ananta & Mochammad Ivan)

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Kehidupan desa jauh berbeda dengan kebiasaan dan gaya hidup di kota, salah satu contohnya seperti kehidupan di Desa Tlogoagung, Kabupaten Lamongan yang dimana sebagian besar orang tua siswa berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Setiap pagi berangkat awal dan pulang hingga telat sore menjelang malam, sehingga waktu untuk mendampingi anak di rumah untuk belajar hampir tidak ada dan dengan kemajuan teknologi seperti Handphone dan mudahnya akses internet menjadi alasan mengapa semangat untuk belajar dari sebagian anak di dua sekolah dasar setempat, SDN Tlogoagung dan MI Miftahul Ulum, belum sepenuhnya tumbuh maksimal.

Kalau kendalanya ya, di HP sekarang ini. Jadi anak-anak itu kalau di rumah kan terlalu sering main HP, akhirnya belajarnya berkurang jamnya," ujar Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, Rulik Badriah, S.Pd, saat ditemui tim KKN Kelompok 01 UPN Veteran Jawa Timur pada hari Jum’at (24/7).

Kepala sekolah SDN Tlogoagung, Natidjah, S.Pd.SD., M.Pd., juga memberi pendapat yang sama, bahwa kemauan belajar anak-anak di sekolahnya masih tergolong rendah. “Sebenarnya kemauan anak-anak untuk belajar itu rendah. Anak itu perlu dari guru-guru untuk banyak inovasi dan variatif dalam pembelajaran," ungkapnya (23/7).

Dalam keadaan kekurangan minat belajar ini, kebiasaan menabung pun belum sepenuhnya tertanamkan pada anak-anak. Wali Kelas VI SDN Tlogoagung, Wahyu Dafik Diana, memberi pendapat bahwa uang yang selama ini rutin ditabung di sekolah sebagian besar bukan berasal dari saku siswa namun dari titipan orang tua. "Yang nabung itu kebanyakan bukan dari uang saku muridnya, tapi ibu-ibunya, orang tuanya," ujarnya (23/7).

Kondisi yang sama juga disampaikan oleh Wali Kelas V MI Miftahul Ulum, Erik Susmiati, S.Pd. Menurutnya semangat menabung di desa kurang unggul dibandingkan dengan semangat menabung di kota, alasan utama karena kondisi ekonomi masyarakat yang mayoritas petani dan buruh tani. "Kalau di desa ini memang kurang sekali masalah pencerahan untuk masalah nabung ini, memang kondisi ekonomi di desa ini tidak sebaik di kota," ujarnya (24/7).

Pernyataan ini didukung oleh data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat bahwa terjadi ketimpangan literasi keuangan antara penduduk kota dan desa di Indonesia. Dikutip dari Bisnis.com menyatakan bahwa “Adapun indeks literasi keuangan wilayah perkotaan sebesar 69,71% sedangkan di wilayah pedesaan hanya 59,25%. Sementara inklusi keuangan di perkotaan 78,41% dan di wilayah pedesaan 70,13%.”

Demi menanggulangi permasalahan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 01 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar program sehari penuh kegiatan pengajaran dan edukasi pendidikan di SDN Tlogoagung dan MI Miftahul Ulum. Program ini bukan hanya membimbing siswa tentang akademik dasar, namun materi disampaikan dengan khusus untuk menanamkan pola pikir bahwa pendidikan merupakan cara untuk memutus rantai kemiskinan, sekaligus mengajarkan literasi keuangan dasar melalui kebiasaan menabung sejak dini.

Kegiatan dimulai dari pembukaan, sambutan ketua KKN, dan sambutan kepala sekolah. Dilanjutkan dengan pemberian materi dan pemutaran film edukasi pertama, sesi ice breaking, dan pemberian hadiah bagi pemenang, waktu istirahat, materi dan pemutaran film edukasi sesi kedua serta ice breaking kedua, workshop kreatif pembuatan celengan dari barang bekas, sesi evaluasi (post test), penulisan kesan dan pesan siswa, hingga sesi dokumentasi dan pembuatan konten.

Salah satu sorotan dari materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah workshop pembuatan celengan dari botol bekas sebagai media edukasi literasi keuangan. Natidjah menilai ide pemanfaatan barang bekas untuk media menabung sebagai langkah yang baik, sekaligus membuka kesempatan anak melatih kreativitas sejak dini.

Bagi para guru dan kepala sekolah, harapan dari kegiatan ini bukan hanya sekedar angka tabungan, namun juga untuk mengubah pandangan anak terhadap masa depan mereka sendiri. Imroatik Zahrotul Khoiriyah, Wali Kelas 5 SDN Tlogoagung, berharap materi yang disampaikan mampu mengubah cita cita anak yang selama ini masih terbatas. "Harapannya ya bisa mengubah persepsi anak-anak dan cita-citanya itu berubah. Jadi motivasi, biar pengen... nanti dikasih tahu, untungnya kalau kita nabung itu gini," katanya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Rulik Badriah. Menurutnya, semangat belajar anak desa perlu terus didukung agar mereka dapat berpikir untuk menargetkan pendidikan hingga ke jenjang yang tinggi. “Kita bisa berkumpul dengan orang-orang dari kota, jadi kita tidak tertinggal," katanya, menambahkan bahwa beberapa alumni MI Miftahul Ulum telah melanjutkan pendidikan hingga ke UPN “Veteran” Jawa Timur.

Materi yang disampaikan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin pertama, Tanpa Kemiskinan (No Poverty). Poin ini berkomitmen mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di manapun, dengan pendidikan dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan sebagai salah satu jalur pencapaiannya.

Dengan menanamkan pentingnya pendidikan tinggi sekaligus kebiasaan menabung sejak sekolah dasar, kegiatan ini mencari akar dari masalah yang selama ini membuat angka kemiskinan di desa selalu tinggi, yaitu rendahnya akses pendidikan lanjutan dan minimnya kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. Anak-anak yang terbiasa untuk menabung dan percaya diri untuk mengejar pendidikan tinggi, pada akhirnya diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memutus siklus kemiskinan struktural yang melekat pada keluarganya. Sejalan dengan SDG poin 1 yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu sarana pemecah masalah kemiskinan.

Natidjah pun menyambut baik kegiatan ini. "Sangat bagus menurut saya, memang itu yang perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini untuk menabung," ujarnya.

Semangat belajar dan kebiasaan menabung sejak dini ditanamkan kepada siswa SDN Tlogoagung dan MI Miftahul Ulum melalui program edukasi
 

Wartawan: Rizqisa Hilma Amalia & Faliq Rachmadhani Najid

Redaktur: Theresia Queen Ericke

Editor: Pricilia Oktavia Putri Sukowati

Infografis : Nabila Farahdinna Rizki


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ekonomi Desa Tak Menjadi Penghalang, Anak-Anak Tlogoagung Diajak Berani Bermimpi dan Rajin Menabung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?