Banner Iklan

Dukung PHBS, Dosen Teknik Kimia Polinema Ajarkan Guru SD Mutiara Harapan Lawang Buat Sabun Cuci Tangan PHBS di Sekolah, Polinema Edukasi Pembuatan Sabun Cuci Tangan di SD Mutiara Harapan Lawang

Admin JSN
05 Agustus 2026 • 15.52 WIB

 

Kegiatan PkM pembuatan sabun cuci tangan bersama guru-guru SD Mutiara Harapan Lawang, Kabupaten Malang.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Guna mendukung terwujudnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah, tim dosen Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (Polinema) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SD Mutiara Harapan Lawang, Kabupaten Malang, pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini berfokus pada edukasi serta praktik langsung pembuatan sabun cuci tangan secara mandiri.

Mengusung tema "Edukasi dan Praktik Pembuatan Sabun Cuci Tangan di SD Mutiara Harapan Lawang untuk Mendukung Program Hidup Bersih dan Sehat", kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dari sivitas akademika Polinema.

Tujuan utamanya adalah membekali warga sekolah dengan keterampilan praktis dalam memproduksi sabun cuci tangan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan pendidikan.

Pada sesi awal, tim PKM memberikan edukasi menyeluruh kepada peserta mengenai prinsip dasar pembuatan sabun cuci tangan. Pemaparan mencakup fungsi masing-masing bahan baku hingga penjelasan ilmiah terkait mekanisme kerja sabun dalam mengangkat kotoran dan mengurangi mikroorganisme di tangan.

Tidak sekadar teori, kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi praktik yang disambut antusias oleh para guru SD Mutiara Harapan Lawang. Di bawah pendampingan langsung dari tim dosen Polinema, para pendidik diajak untuk melakukan proses produksi tahap demi tahap. Mulai dari penakaran bahan, teknik pencampuran dan homogenisasi, penambahan pewangi (fragrance) dan pewarna, hingga tahap akhir pengemasan produk ke dalam botol.

Ketua Tim PKM Polinema, Rosita Dwi Chrisnandari, S.Si., M.Si., menekankan bahwa pendekatan praktik ini dirancang agar peserta benar-benar memahami standar produksi sabun yang baik dan benar.

“Melalui kegiatan PKM ini, para pendidik di SD Mutiara Harapan Lawang tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga pengalaman langsung pembuatan sabun cuci tangan. Hasil produk ini nantinya dapat dimanfaatkan langsung di lingkungan sekolah untuk mendukung budaya PHBS berkelanjutan,” tutur Rosita.

Sebagai bentuk keberlanjutan dari program pengabdian ini, Tim PKM Polinema turut menyerahkan kit (peralatan dan bahan) pembuatan sabun cuci tangan beserta produk sabun cair hasil praktik kepada pihak SD Mutiara Harapan Lawang.

Rosita berharap, bantuan tersebut dapat menjadi sarana pendukung dalam membiasakan kegiatan mencuci tangan bagi para siswa. "Sekaligus, hal ini bisa menjadi media pembelajaran sains sederhana mengenai penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Program inisiatif dari Jurusan Teknik Kimia Polinema ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala SD Mutiara Harapan Lawang, Sri Purwahyuningsih, S.Pd.

Menurutnya, edukasi dan pelatihan praktis seperti ini sangat dibutuhkan oleh pihak sekolah. "Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga secara nyata mendukung pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah kami," ungkap Sri.

Sinergi antara Polinema dan institusi pendidikan dasar ini diharapkan dapat terus berlanjut. Melalui kolaborasi ini, Jurusan Teknik Kimia Polinema berkomitmen untuk terus mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dukung PHBS, Dosen Teknik Kimia Polinema Ajarkan Guru SD Mutiara Harapan Lawang Buat Sabun Cuci Tangan PHBS di Sekolah, Polinema Edukasi Pembuatan Sabun Cuci Tangan di SD Mutiara Harapan Lawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?