Banner Iklan

Bukan Sekadar Lomba Agustusan, RT 05 Merjosari Bangun Harmoni Antarperumahan

M. Kholilur Rohman
08 Agustus 2026 • 21.28 WIB

Foto: Dokumentasi bersama 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RT 05/RW 13, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, dikemas berbeda. Melalui Festival Harmoni Kemerdekaan 2026, warga dari berbagai perumahan tidak sekadar berkumpul untuk mengikuti lomba Agustusan, tetapi menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang mempererat hubungan sosial dan menghapus sekat antarwilayah tempat tinggal.

Festival yang berlangsung di Perumahan White House Joyo Agung, Sabtu (8/8/2026), itu diikuti ratusan warga dari berbagai blok perumahan. Sejak pagi, suasana lingkungan dipenuhi aktivitas warga dari berbagai kelompok usia, mulai balita, anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapak.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB melalui Special Class Zumba Kemerdekaan bersama ZIN Icha. Warga juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan melalui Body Check Recomposition.

Namun, yang menjadi pembeda Festival Harmoni Kemerdekaan RT 05 bukan semata kemeriahan perlombaan. Di balik rangkaian acara tersebut terdapat pola penyelenggaraan yang secara konsisten dirancang untuk mempertemukan warga dari berbagai perumahan.

Ketua RT 05, Choirul Rozi, mengatakan perayaan Agustusan di lingkungannya telah menjadi tradisi tahunan dengan sistem kepanitiaan dan lokasi yang digilir antarperumahan.

“Peringatan Agustusan ini sudah menjadi tradisi rutin yang kepanitiaan dan lokasinya digilir antarperumahan di lingkungan RT 05. Lewat sistem gilir ini, setiap perumahan mendapat kesempatan menjadi tuan rumah, sehingga tidak ada sekat, semua warga saling mengenal, dan rasa kekeluargaan terjalin semakin merata,” jelasnya.

Menurutnya, sistem tersebut bukan hanya soal pembagian peran dalam penyelenggaraan kegiatan. Lebih dari itu, mekanisme bergilir menjadi cara untuk memastikan seluruh warga memiliki kesempatan terlibat dan membangun kedekatan dengan warga dari perumahan lainnya.

Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Ketua RW 13, Edi Wasno. Ia menilai konsep kegiatan yang inklusif menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi momentum memperkuat fondasi kerukunan masyarakat di tingkat lingkungan.

“RW 13 sangat mengapresiasi inovasi dan kekompakan warga RT 05. Model kegiatan inklusif seperti ini adalah contoh nyata bagaimana semangat kemerdekaan dirayakan dengan memperkuat fondasi kerukunan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Harmoni Kemerdekaan 2026, Rizky Fahmi S, mengatakan panitia memang sejak awal merancang kegiatan agar dapat dinikmati seluruh kelompok usia.

“Festival ini dirancang agar semua usia, mulai dari balita hingga para bapak, punya ruang untuk bersenang-senang bersama. Terima kasih atas kerja keras seluruh panitia dan partisipasi antusias dari seluruh warga,” katanya.

Setelah agenda pembukaan, kemeriahan berlanjut melalui berbagai perlombaan. Peserta dari kategori balita, anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapak saling beradu ketangkasan sekaligus kerja sama.

Sejumlah lomba yang digelar antara lain mancing kerupuk kesabaran, memasukkan paku ke dalam botol, mancing gelas, menyusun gelas, dan tebak anak bertopeng.

Adapun permainan yang mengandalkan kekompakan dan koordinasi meliputi pindah tepung, pancuran corong, estafet bola atau gelas menggunakan sendok, jepitan maupun balon, pindah karet menggunakan sedotan, hingga pindah air dengan spons.

Berbagai permainan tersebut menghadirkan suasana kompetitif yang tetap cair. Gelak tawa dan sorak-sorai warga terdengar sepanjang perlombaan, sementara peserta dari berbagai perumahan saling memberikan dukungan.

Panitia juga memberikan snack gratis kepada seluruh anak peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Rangkaian Festival Harmoni Kemerdekaan kemudian ditutup dengan pembagian piala bagi para pemenang juara 1, 2, dan 3, pengundian doorprize, serta foto bersama seluruh warga.

Bagi warga RT 05 Merjosari, perayaan kemerdekaan akhirnya tidak berhenti pada lomba dan hiburan. Tradisi yang dilaksanakan secara bergilir antarperumahan menjadi cara sederhana untuk merawat interaksi sosial, memperluas rasa kekeluargaan, sekaligus memastikan semangat gotong royong tetap tumbuh di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Sekadar Lomba Agustusan, RT 05 Merjosari Bangun Harmoni Antarperumahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?