Kegiatan secara resmi dibuka oleh Camat Pamekasan, Dr. Rahmad Kurniadi, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pondok pesantren dalam mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan karakter sehingga dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
"Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap lahir inovasi dan kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah yang tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan pesantren, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar," ujar Dr. Rahmad Kurniadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Matsaratul Huda, K. Moh. Rofiqi Fadhali, S.Pd., yang menyambut baik pelaksanaan program pengabdian ini. Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan sangat penting untuk membentuk karakter santri yang peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) dari Universitas Airlangga, Dr. Sudarmaji, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun model Eco-Pesantren berbasis nol limbah melalui penerapan konsep ekonomi sirkular, pengurangan sampah dari sumbernya, serta pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Tim PMKI Universitas Airlangga juga diperkuat oleh Dr. Retno Adriyani, S.T., M.Kes. dan Novi Dian Arfiani, S.KM., M.KL. yang bersama-sama memberikan edukasi dan pendampingan kepada para santri mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan, kesehatan lingkungan, serta praktik pembuatan eco-enzyme sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah organik di lingkungan pesantren.
"Melalui program ini kami ingin menunjukkan bahwa sampah organik bukan lagi menjadi limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki banyak manfaat. Harapannya, para santri dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan," ungkap Dr. Sudarmaji.
Salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta adalah pelatihan pembuatan eco-enzyme. Dalam sesi praktik tersebut, para santri dan pengelola pondok diajarkan cara mengolah limbah organik berupa sisa buah dan sayuran melalui proses fermentasi menggunakan gula dan air. Eco-enzyme yang dihasilkan memiliki berbagai manfaat, di antaranya sebagai pembersih alami, pupuk organik cair, aktivator kompos, penghilang bau, hingga alternatif ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis.
Selain praktik pembuatan eco-enzyme, peserta juga memperoleh materi mengenai konsep zero waste, pemilahan sampah, pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pesantren. Sebelum penyampaian materi, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai kesehatan lingkungan dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari evaluasi kegiatan.
Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai bentuk sinergi lintas perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kesehatan yang baik dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, aksi terhadap perubahan iklim, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui kegiatan ini diharapkan Pondok Pesantren Matsaratul Huda dapat menjadi percontohan Eco-Pesantren berbasis nol limbah di Kabupaten Pamekasan. Penerapan pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui pemanfaatan eco-enzyme diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah organik, meningkatkan kualitas lingkungan pesantren, serta membentuk santri sebagai agen perubahan yang siap menularkan budaya peduli lingkungan kepada masyarakat luas.
Penulis : Novi Dian Arfiani, S.KM.,M.KL







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?