Banner Iklan

Pengmas FKM UNAIR: Strategi Pengendalian PM2,5 dan PM10 untuk Udara Dalam Ruang Sehat di Desa Tropodo

Eko Rudianto
31 Juli 2026 • 16.52 WIB


SIDOARJO | JATIMSATUNEWS.COM : Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi. Bertempat di Pendopo Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, kegiatan ini mengusung tema “Pengendalian Pajanan PM2,5 dan PM10 sebagai Upaya Sanitasi Udara Dalam Ruang (Indoor) di Permukiman Sekitar Industri Tahu.” Kegiatan berlangsung dengan melibatkan pemerintah desa, kader PKK, tokoh masyarakat, serta warga Desa Tropodo yang menunjukkan antusiasme tinggi selama rangkaian acara berlangsung.

Pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. Sudarmaji, S.KM., M.Kes bersama anggota tim Dr. R. Azizah, S.H., M.Kes dan Novi Dian Arfiani, S.KM., M.KL. Kegiatan diawali dengan sambutan dari pemerintah desa yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi FKM UNAIR dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Dalam pemaparannya, Dr. Sudarmaji menjelaskan bahwa pencemaran udara tidak hanya terjadi di luar ruangan, tetapi juga dapat terjadi di dalam rumah akibat masuknya polutan dari lingkungan sekitar maupun aktivitas domestik. Partikulat halus PM2,5 dan PM10 merupakan salah satu jenis polutan yang perlu mendapat perhatian karena mampu masuk ke saluran pernapasan dan berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti penyakit saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, hingga penyakit kardiovaskular apabila terpapar dalam jangka waktu yang lama.

Selama sesi edukasi, peserta memperoleh informasi mengenai karakteristik partikulat PM2,5 dan PM10, berbagai sumber pencemar yang berpotensi meningkatkan konsentrasi debu di lingkungan permukiman, serta pentingnya menjaga kualitas udara dalam ruang sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan hunian yang sehat. Materi disampaikan secara komunikatif dan disertai contoh penerapan sederhana sehingga mudah dipahami oleh masyarakat.

Tim pengabdian juga memperkenalkan berbagai langkah preventif yang dapat diterapkan di rumah tangga untuk mengurangi pajanan polutan udara, antara lain dengan memperbaiki sirkulasi udara melalui ventilasi yang memadai, menjaga kebersihan rumah secara rutin, mengurangi sumber asap di dalam rumah, serta memanfaatkan tanaman sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruang. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga memanfaatkan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai kondisi kualitas udara di lingkungan sekitar, dampaknya terhadap kesehatan keluarga, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan secara mandiri dalam mengurangi risiko paparan pencemaran udara. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap isu kesehatan lingkungan, khususnya di kawasan permukiman yang berdekatan dengan aktivitas industri.

Sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, tim Pengabdian kepada Masyarakat FKM UNAIR juga menyerahkan peta wilayah Desa Tropodo kepada Pemerintah Desa Tropodo sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan data wilayah yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan program kesehatan lingkungan. Penyerahan tersebut menjadi simbol kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis bukti (evidence-based development).

Melalui kegiatan ini, Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UNAIR berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kualitas udara sebagai salah satu faktor penentu kesehatan serta mampu menerapkan berbagai langkah pengendalian pajanan polutan di lingkungan tempat tinggal. Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi tridarma perguruan tinggi melalui transfer ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan lingkungan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya pencegahan penyakit akibat faktor risiko lingkungan, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dengan mendorong terwujudnya permukiman yang sehat dan berkelanjutan, serta SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan literasi masyarakat mengenai kualitas udara, pengendalian pencemaran, dan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim serta meningkatkan kesehatan masyarakat.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UNAIR menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 Skema Program Pengembangan Desa Binaan (PDB) Batch II yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, beserta seluruh kader PKK, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Tropodo atas dukungan, kerja sama, serta partisipasi aktif selama pelaksanaan kegiatan. Diharapkan sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penulis : Novi Dian Arfiani


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pengmas FKM UNAIR: Strategi Pengendalian PM2,5 dan PM10 untuk Udara Dalam Ruang Sehat di Desa Tropodo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?