Banner Iklan

UIN Malang Siapkan Gondanglegi Jadi Klaster Percontohan Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas Desa

JSN Admin 2
11 Juli 2026 | 23.46 WIB Last Updated 2026-07-11T16:49:45Z
UIN Malang menyiapkan Gondanglegi sebagai klaster percontohan pengembangan ekonomi berbasis komunitas desa./dok.UIN Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Tim peneliti UIN Malang terus berupaya mengembangkan model pemberdayaan ekonomi desa berbasis komunitas.

Terbaru, usai berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, tim peneliti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipimpin Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. melanjutkan rangkaian koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Gondanglegi.

Pada pertemuan tersebut, tim peneliti didampingi Danira Irin Wijayanti, S.E., M.MKMT, dosen Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Al-Qolam Malang sekaligus anggota tim penelitian.

Turut hadir pula Ketua Fatayat NU PAC Gondanglegi sebagai representasi pendamping UMKM dalam desain pengembangan ekonomi desa yang sedang disusun.

Rombongan diterima langsung oleh Camat Gondanglegi, Drs. Ahmad Muwassi' Arif, M.Si. Pertemuan tersebut membahas kesiapan Kecamatan Gondanglegi sebagai lokasi implementasi hasil penelitian mengenai penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui pendekatan Quranic Community Development (QCD).

Dalam forum itu, Pemerintah Kecamatan Gondanglegi menyatakan kesediaannya menjadikan seluruh desa di wilayahnya sebagai klaster pengembangan ekonomi berbasis komunitas desa dengan memanfaatkan sinergi BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan UMKM dalam kerangka Model Segitiga Emas.

Menurut Prof. Fauzan, dukungan pemerintah kecamatan menjadi bagian penting dalam mewujudkan hasil penelitian agar dapat diterapkan secara nyata.

"Kami ingin membangun model yang tidak berhenti pada level konsep. Gondanglegi memiliki modal sosial yang kuat, kelembagaan desa yang aktif, serta budaya gotong royong yang masih terjaga. Karena itu, kawasan ini sangat potensial menjadi laboratorium pengembangan ekonomi berbasis komunitas," ujar Prof. Fauzan.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan Quranic Community Development menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan dengan memanfaatkan aset yang telah dimiliki desa.

"BUMDes, KDMP, pesantren, UMKM, pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan bukan berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu ekosistem. Nilai-nilai agama yang hidup di masyarakat menjadi fondasi tata kelola sehingga pembangunan ekonomi tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga amanah, keadilan, dan kemaslahatan," katanya.

Sementara itu, Drs. Ahmad Muwassi' Arif, M.Si. menilai model yang ditawarkan tim peneliti sejalan dengan karakter masyarakat Gondanglegi yang memiliki tradisi gotong royong dan kehidupan keagamaan yang kuat.

Menurut Ahmad Muwassi' Arif, keberadaan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi instrumen utama untuk memperkuat perekonomian masyarakat apabila dikelola secara profesional dan didukung oleh nilai-nilai agama yang telah mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat.

"Kami optimistis, ketika penguatan kelembagaan ekonomi dipadukan dengan nilai-nilai agama yang selama ini menjadi budaya masyarakat, desa akan semakin berdaya dan mandiri. Koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi ruang membangun kepercayaan dan kebersamaan masyarakat," ujar Ahmad Muwassi' Arif.

Sebagai bentuk komitmen terhadap implementasi hasil penelitian tersebut, Drs. Ahmad Muwassi' Arif, M.Si., selaku pimpinan wilayah Kecamatan Gondanglegi, juga telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelaksanaan Model Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas dengan pendekatan Segitiga Emas.

Penandatanganan PKS tersebut menjadi landasan kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Gondanglegi, Tim Peneliti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Al-Qolam Malang, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam mengimplementasikan model pemberdayaan ekonomi desa secara bertahap.

Melalui kerja sama ini, Gondanglegi diproyeksikan menjadi kawasan percontohan (pilot project) pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang mengintegrasikan kekuatan BUMDes sebagai pengelola aset desa, KDMP sebagai agregator dan distributor ekonomi desa, serta UMKM sebagai pelaku hilirisasi dan pencipta nilai tambah produk masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Camat Gondanglegi juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya.

Menurutnya, seluruh desa di Kecamatan Gondanglegi telah menyelesaikan pembangunan gerai dan gudang KDMP hingga mencapai 100 persen.

Tahapan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas tersebut dapat segera beroperasi secara optimal sehingga benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ahmad Muwassi' Arif berharap kolaborasi antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Al-Qolam Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan mampu membantu menyelesaikan berbagai tantangan pada masa awal operasional KDMP. Termasuk penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi kelembagaan, serta pengembangan jejaring pemasaran.

"Pembangunan fisiknya sudah selesai. Sekarang saatnya menghidupkan aktivitas ekonomi di dalamnya. Pendampingan dari perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra dunia usaha akan menjadi kekuatan penting agar koperasi benar-benar tumbuh sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa," katanya.

Bagi tim peneliti, kesediaan Kecamatan Gondanglegi menjadi kawasan percontohan sekaligus penandatanganan PKS Model Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas dengan Segitiga Emas menandai dimulainya tahap implementasi hasil penelitian.

Model yang dikembangkan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat Koperasi Desa Merah Putih, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi berbasis aset lokal yang mengintegrasikan kekuatan akademisi, pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas desa sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UIN Malang Siapkan Gondanglegi Jadi Klaster Percontohan Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas Desa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now