![]() |
| dok. Wikipedia Amman Mineral |
SUMBAWA BARAT, JATIMSATUNEWS.COM – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) resmi menuntaskan pembangunan smelter tembaga di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rampungnya proyek strategis tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat agenda hilirisasi mineral nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Penyelesaian proyek ditandai dengan penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) antara AMMAN dan China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC) di Beijing, Tiongkok, pada 18 Juli 2026. Penandatanganan tersebut menegaskan seluruh tahapan konstruksi, komisioning, hingga pengujian kinerja telah diselesaikan sesuai ketentuan kontrak.
Meski fasilitas pengolahan telah beroperasi sejak lebih dari satu tahun lalu, rampungnya proses PAC menandai dimulainya fase operasi jangka panjang secara penuh.
Presiden Direktur AMMAN Arief Sidarto mengatakan penyelesaian proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang bekerja menghadapi tantangan selama proses pembangunan.
"Rampungnya proyek smelter ini merupakan pencapaian penting bagi AMMAN. Beroperasinya smelter ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung agenda hilirisasi nasional," ujar Arief.
Ia berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang mampu memperkuat daya saing industri pengolahan mineral nasional agar tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi global.
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), smelter AMMAN memiliki kapasitas pengolahan hingga 900 ribu metrik ton konsentrat tembaga setiap tahun. Bahan baku berasal dari tambang Batu Hijau dan pada tahap berikutnya juga akan dipasok dari tambang Elang.
Fasilitas tersebut menghasilkan berbagai produk bernilai tambah, antara lain katoda tembaga, emas, perak, asam sulfat, dan selenium yang menjadi komponen penting bagi industri energi terbarukan, kendaraan listrik, teknologi digital, hingga sektor manufaktur berteknologi tinggi.
Selain meningkatkan kapasitas hilirisasi, smelter ini juga mengadopsi teknologi pengolahan modern dengan sistem pengelolaan lingkungan berstandar internasional. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi, memaksimalkan tingkat pemulihan logam, menjaga keandalan operasional, serta mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Ketua NFC Liu Yu menilai keberhasilan penyelesaian proyek tersebut mencerminkan kuatnya kerja sama internasional dalam membangun industri pengolahan mineral berskala besar yang mampu menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, AMMAN kini menjadi perusahaan pertambangan yang terintegrasi dari kegiatan penambangan, pengolahan konsentrat, hingga pemurnian logam. Kehadiran smelter itu diharapkan semakin memperkuat ekosistem hilirisasi mineral Indonesia, meningkatkan daya saing industri nasional, sekaligus memperbesar kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian dan rantai pasok mineral strategis dunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?