Banner Iklan

Penerapan Inovasi Drop Box Sampah dan Pelatihan Manajemen Ekonomi Sirkular pada Masyarakat Desa Kenjo

Eko Rudianto
12 Juli 2026 | 07.28 WIB Last Updated 2026-07-12T01:08:43Z


BANYUWANGI | JATIMSATUNEWS.COM : Persoalan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan di Dusun Salakan, Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, kini mulai menemukan solusinya. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim akademisi dan praktisi menghadirkan inovasi drop box sampah sekaligus pelatihan manajemen ekonomi sirkular bagi warga desa, dengan menggandeng Pemerintah Desa Kenjo sebagai mitra pelaksana.

Selama ini, pengelolaan sampah di desa tersebut masih mengandalkan paradigma lama "kumpul-angkut-buang". Sampah organik dan anorganik tercampur dan menumpuk di lahan-lahan terbuka serta area hijau desa, merusak estetika lingkungan sekaligus mengancam sanitasi warga. Padahal, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, timbulan sampah nasional mencapai lebih dari 25 juta ton per tahun, dan sekitar 65 persen di antaranya belum terkelola secara optimal.

Menjawab persoalan tersebut, peran aktif sebagai dosen dari poliwangi yang memiliki keahliannya masing-masing, diantaranya Lia Eka Prianti, M.T (Manajemen Konstruksi), Akhmad Taufik Aditama, M.T (Teknik Rekayasa Konstruksi Jalan) dan Septa Lukman Andes, M.AB (Bisnis Digital) melakukan kolaborasi pelatihan bersama masyarakat khususnya di Desa Kenjo Kecamatan Glagah-Banyuwangi, selaku tim pengabdian merancang drop box sampah dengan desain ergonomis dan komunikatif. Berbeda dari tempat sampah biasa, fasilitas ini dilengkapi kompartemen terpisah, logo, dan infografis yang berfungsi sebagai instrumen edukasi visual bagi warga.

Dari rencana awal tiga kompartemen (plastik/logam, kertas, dan residu), hasil realisasi di lapangan justru berkembang menjadi empat kompartemen plastik, kertas, kardus, dan kacadengan empat logo edukatif. Unit ini dibangun menggunakan rangka besi hollow galvalum dan panel GRC board yang tahan cuaca, sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa perawatan intensif. Satu unit drop box kini telah terpasang di titik strategis di Desa Kenjo Dusun Salakan.

Kehadiran fasilitas yang dekat dan mudah dijangkau ini diharapkan dapat menurunkan hambatan psikologis warga untuk memilah sampah setiap hari, sekaligus mengubah kebiasaan dari sekadar "membuang" menjadi "meletakkan sampah pada tempat yang tepat sesuai jenisnya". Selain sarana fisik, program ini juga membekali warga dengan pelatihan manajemen ekonomi sirkular. Melalui workshop, peserta yang terdiri atas perwakilan rumah tangga dan kader lingkungan diajak mengenal jenis-jenis plastik bernilai jual seperti PET, HDPE, dan LDPE, memahami alur logistik dari drop box menuju bank sampah desa, hingga menyadari bahwa sampah yang terpilah sesungguhnya adalah modal yang bisa diputar kembali menjadi nilai ekonomi.

Bagi masyarakat Desa Kenjo, program ini bukan hanya soal lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang baru bagi ketahanan ekonomi warga. Sampah plastik, kertas, dan logam yang terpilah melalui drop box memiliki nilai tukar yang dapat dikelola lebih lanjut melalui bank sampah atau unit usaha desa (BUMDes).

Dukungan aktif Pemerintah Desa Kenjo, mulai dari koordinasi awal, penentuan titik pemasangan drop box, hingga mobilisasi warga dalam pelatihan, disebut menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini. Meski demikian, keberlanjutan program dalam jangka panjang tetap membutuhkan pembentukan unit pengelola sampah desa yang definitif serta kemitraan dengan pengepul atau industri daur ulang, agar sampah anorganik yang terkumpul memiliki jalur distribusi yang jelas dan bernilai ekonomi konsisten bagi warga.

Dengan sinergi antara inovasi fisik berupa drop box dan inovasi non-fisik berupa pelatihan manajemen ekonomi sirkular, Desa Kenjo diharapkan dapat menjadi model percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik serupa mengubah sampah dari beban lingkungan menjadi sumber daya bernilai ekonomi bagi warganya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penerapan Inovasi Drop Box Sampah dan Pelatihan Manajemen Ekonomi Sirkular pada Masyarakat Desa Kenjo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now