Banner Iklan

OJK Malang Catat 568 Ribu Rekening Pelajar di Kabupaten, Program KEJAR dan RABU Cetak Generasi Cerdas Finansial

Anis Hidayatie
01 Juli 2026 | 06.04 WIB Last Updated 2026-06-30T23:04:54Z

 

Perwakilan 568 Ribu Rekening Pelajar di Kabupaten ikut Program KEJAR dan RABU 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat budaya menabung di kalangan pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Rajin Menabung (RABU) di Kabupaten Malang. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang cerdas finansial, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan sejak usia dini.

Program bertema “Pelajar Makmur, Cerdas Finansial” tersebut digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30/6/2026), hasil kolaborasi OJK Malang bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, serta industri perbankan.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Malang Sanusi, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Siti Nurfalinda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Prasetyani Arum Anggorowati, serta diikuti lebih dari 500 kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan siswa dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Sebanyak 1.100 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

OJK: Budaya Menabung Jadi Fondasi Generasi Masa Depan

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung implementasi Program KEJAR yang telah berjalan secara berkelanjutan.

Menurut Farid, sinergi antara pemerintah daerah, regulator, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan menjadi faktor utama dalam membangun budaya menabung sejak usia dini.

“Melalui Program KEJAR, OJK mendorong semakin banyak pelajar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun perilaku pengelolaan keuangan yang bijak. Budaya menabung yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan yang bertanggung jawab di masa depan,” ujar Farid.

Data OJK mencatat hingga 31 Mei 2026, Program KEJAR di Kabupaten Malang telah menghasilkan lebih dari 568.527 rekening pelajar dengan total saldo mencapai sekitar Rp187,67 miliar. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi pelajar dalam memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus menjadi indikator keberhasilan literasi dan inklusi keuangan di daerah.

Bank Indonesia Dorong Gerakan Cinta dan Paham Rupiah

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Siti Nurfalinda, menegaskan bahwa Program KEJAR dan RABU sejalan dengan berbagai program edukasi keuangan yang dijalankan Bank Indonesia, khususnya melalui Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Menurutnya, pemahaman terhadap pengelolaan uang dan budaya menabung harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki kemampuan finansial yang lebih baik di masa depan.

Bupati Malang: Menabung Bentuk Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab

Bupati Malang, Sanusi, menilai kolaborasi seluruh pihak dalam Program KEJAR dan RABU merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Malang.

“Kebiasaan menabung sejak dini tidak hanya membentuk kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan perencanaan yang baik,” kata Sanusi.

Ia berharap budaya menabung dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar sehingga mampu melahirkan generasi yang mandiri, produktif, dan sejahtera.

Komitmen Bersama Perkuat Program KEJAR dan RABU

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Pelaksanaan Program KEJAR dan RABU di satuan pendidikan Kabupaten Malang. Penandatanganan ini menjadi pembaruan komitmen yang telah dibangun sejak tahun 2021 sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan untuk memperluas implementasi program secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, sejumlah perbankan nasional dan daerah menyerahkan lebih dari 5.000 rekening Simpanan Pelajar (Simpel) kepada siswa SD dan SMP/MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Malang.

Penyerahan rekening tersebut melibatkan BRI, Bank Mandiri, BSI, BNI, Bank Jatim, serta BPR Artha Kanjuruan Pemerintah Kabupaten Malang.

Selain itu, pelaku usaha jasa keuangan juga memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang aktif mendukung pelaksanaan Program KEJAR dan RABU.

OJK Hadirkan Layanan Keuangan dan Edukasi untuk Masyarakat

Pada kegiatan tersebut, OJK bersama pelaku usaha jasa keuangan menghadirkan berbagai booth layanan yang memberikan informasi mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), konsultasi produk dan jasa keuangan, akses pembiayaan, pembukaan rekening, hingga edukasi literasi keuangan bagi masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan, OJK berharap Program KEJAR dan RABU tidak hanya meningkatkan jumlah kepemilikan rekening tabungan pelajar, tetapi juga menanamkan budaya menabung, disiplin mengelola keuangan, serta perilaku finansial yang bertanggung jawab sejak dini.

Upaya tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang semakin inklusif, mandiri, dan sejahtera di masa depan. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • OJK Malang Catat 568 Ribu Rekening Pelajar di Kabupaten, Program KEJAR dan RABU Cetak Generasi Cerdas Finansial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now