Banner Iklan

Menteri Haji Tanggapi Muktamar NU: Kepengurusan adalah Amanah, Bukan Ajang Perebutan Kepentingan

JSN Admin 2
01 Juli 2026 | 20.35 WIB Last Updated 2026-07-01T13:36:26Z
Menteri Haji, Mochamad Irfan Yusuf menanggapi Muktamar NU: Kepengurusan adalah amanah, bukan ajang perebutan kepentingan./dok.istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf turut menanggapi situasi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).

Figur yang akrab disapa Gus Irfan ini berharap forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu kembali berpegang teguh pada nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU.

Menurut Menhaj Irfan, Muktamar NU seharusnya menjadi ruang musyawarah yang teduh, mengedepankan persaudaraan, serta mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Kepengurusan di lingkungan Nahdlatul Ulama bukanlah jabatan yang layak diperebutkan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah SWT," ungkap Gus Irfan, Rabu (1/7).

Pelaksanaan muktamar mendatang ia harapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih damai, diwarnai keikhlasan para kiai serta seluruh peserta, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan jati diri NU sebagai organisasi keagamaan yang mengedepankan akhlak, kebersamaan, dan kemaslahatan umat.

"Harapan saya, muktamar nanti berlangsung dengan suasana yang sejuk. NU harus memperlihatkan jati dirinya sebagai organisasi keagamaan yang menjunjung tinggi keikhlasan. Kepengurusan bukan sesuatu yang diperebutkan, tetapi amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan," imbuhnya.

Menurutnya, NU akan makin kuat apabila seluruh elemen kembali menghidupkan nilai-nilai dasar yang telah diajarkan para muassis atau pendiri organisasi.

Semangat pengabdian, ketulusan, dan persatuan juga ia sebut harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses regenerasi kepemimpinan. Karena itu, seluruh dinamika menjelang muktamar diharapkan tetap berada dalam koridor etika organisasi dan ukhuwah.

Irfan mengajak semua pihak untuk menjaga marwah NU dengan tidak menciptakan kegaduhan yang berpotensi memecah persatuan warga nahdliyin. Presiden Prabowo Subianto juga disebut Irfan menghormati independensi Nahdlatul Ulama dan tidak akan mencampuri proses pemilihan kepengurusan organisasi tersebut.

Ia menyampaikan bahwa, Presiden hanya menginginkan agar NU memperoleh pemimpin terbaik melalui mekanisme organisasi yang sehat, tanpa adanya campur tangan pihak luar.

"Presiden Prabowo sangat menghormati Nahdlatul Ulama. Beliau tidak ingin ikut menentukan siapa yang memimpin NU. Yang diharapkan hanyalah agar NU mendapatkan pemimpin terbaik melalui proses yang bermartabat dan sesuai mekanisme organisasi," jelasnya.

Cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy'ari ini juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas selama proses pemilihan kepengurusan. Baginya, seorang calon yang benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan diterima warga NU tidak memerlukan praktik politik uang ataupun janji-janji untuk memperoleh dukungan.

Maka, ia berharap seluruh warga nahdliyin bersama-sama meninggalkan praktik-praktik yang dapat mencederai nilai luhur organisasi serta membuka lembaran baru demi masa depan NU yang lebih baik.

"Jika seseorang memang layak memimpin, masyarakat akan memberikan kepercayaan tanpa harus dibangun dengan politik uang ataupun berbagai bentuk pendekatan yang tidak mencerminkan nilai keikhlasan," tegasnya.

Menteri kelahiran Jombang 64 tahun lalu ini juga mengaku prihatin melihat berbagai dinamika yang berkembang menjelang muktamar. Sebagai bagian dari keluarga besar NU, ia berharap seluruh pihak mampu menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

Ia mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama menjadikan kepengurusan sebagai amanah untuk mengabdi kepada umat, bukan sebagai simbol kekuasaan ataupun warisan yang diperebutkan.

Apabila semangat tersebut terus dijaga, menurutnya, Nahdlatul Ulama akan tetap menjadi organisasi Islam yang teduh, menyejukkan, serta memberikan manfaat yang luas bagi bangsa, negara, dan umat. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menteri Haji Tanggapi Muktamar NU: Kepengurusan adalah Amanah, Bukan Ajang Perebutan Kepentingan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now