Banner Iklan

Prodi Doktor MPI UIN Malang Temukan Model M-SAINS PROPHETIC: Inovasi Manajemen Madrasah Sains Berbasis Pesantren untuk Penguatan Kompetensi Lulusan Abad ke-21

JSN Admin 2
01 Juli 2026 | 19.48 WIB Last Updated 2026-07-01T12:49:04Z
Ujian Promosi Doktor di Gedung Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dijalani Dr. Muhammad Suwignyo Prayogo, Dosen UIN Khas Jember./dok.UIN Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kontribusi strategisnya dalam pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya sebuah model baru dalam bidang manajemen program madrasah unggulan berbasis pesantren.

Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Gedung Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Muhammad Suwignyo Prayogo, Dosen UIN Khas Jember berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Manajemen Program Madrasah Sains (M-SAINS) Berbasis Pesantren dalam Penguatan Kompetensi Lulusan Abad ke-21 (Studi Kasus di Pesantren Nurul Islam Jember).

Penelitian tersebut menghasilkan sebuah temuan ilmiah berupa M-SAINS PROPHETIC Model, sebuah model manajemen Program Madrasah Sains yang dikonstruksi berdasarkan temuan empiris lapangan dan menawarkan paradigma baru dalam mengelola pendidikan Islam berbasis pesantren yang mampu mengintegrasikan keunggulan akademik, penguatan karakter, budaya riset, sistem penjaminan mutu, serta nilai-nilai profetik dalam menghadapi tantangan kompetensi lulusan abad ke-21.

Menjawab Tantangan Pendidikan Islam di Era Kompetensi Abad ke-21

Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa lembaga pendidikan Islam saat ini menghadapi tuntutan yang semakin kompleks.

Madrasah tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul dalam aspek akademik maupun keagamaan, tetapi juga dituntut mampu membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berkarakter Islami.

Berbagai madrasah telah mengembangkan program unggulan sains sebagai upaya meningkatkan daya saing lulusan. Namun demikian, pengelolaan program tersebut selama ini lebih banyak dipahami sebagai penguatan kurikulum atau peningkatan prestasi akademik semata.

Belum banyak penelitian yang memandang Program Madrasah Sains sebagai sebuah sistem manajemen pendidikan yang dirancang secara strategis, dijalankan secara terpadu, dievaluasi secara sistematis, dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui studi kasus di Pesantren Nurul Islam (NURIS) Jember, penelitian ini berhasil mengungkap bagaimana Program M-SAINS dikelola secara komprehensif sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang sains tanpa kehilangan identitas sebagai santri yang berakhlak, beradab, dan berkarakter Islami. Seluruh proses manajemen program melibatkan integrasi sumber daya pendidikan berbasis 5M (Man, Money, Material, Method, dan Machine) sebagai fondasi keberhasilan program.

Lahirnya M-SAINS PROPHETIC Model

Temuan utama penelitian ini adalah lahirnya M-SAINS PROPHETIC Model, sebuah model manajemen Program Madrasah Sains yang dibangun melalui sintesis tiga konstruksi konseptual utama, yaitu SIAGA Strategic Planning, EKOSA Pesantren, dan PRIME Quality System. Ketiga konsep tersebut membentuk suatu sistem manajemen yang holistik, integratif, sistemik, adaptif, dan berkelanjutan.

Tahap pertama adalah SIAGA Strategic Planning (Strategic Integrated Academic Governance and Advancement). Tahapan ini merupakan fondasi perencanaan strategis yang menyelaraskan visi kelembagaan, kebijakan program, blueprint pengembangan, rencana strategis, kaderisasi akademik lintas jenjang, serta integrasi seluruh sumber daya pendidikan berbasis 5M. SIAGA memastikan bahwa seluruh program unggulan tidak berjalan secara parsial, melainkan menjadi bagian dari arah pengembangan institusi secara menyeluruh.

Tahap kedua adalah EKOSA Pesantren (Ekosistem Keilmuan, Sains, dan Adab Pesantren). Pada tahap ini, pelaksanaan program diarahkan pada pembentukan budaya akademik, budaya riset, budaya literasi, integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, pembinaan kehidupan asrama, serta pembangunan academic ecosystem yang kondusif bagi tumbuhnya kompetensi akademik sekaligus karakter santri. EKOSA menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan sains di pesantren tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh keseluruhan ekosistem pendidikan yang membentuk budaya belajar dan budaya ilmiah.

Tahap ketiga adalah PRIME Quality System (Program Reflection, Improvement, Monitoring, and Evaluation). Konsep ini menempatkan monitoring, evaluasi, refleksi, penjaminan mutu, tindak lanjut hasil evaluasi, dan continuous improvement sebagai siklus pengendalian mutu yang memastikan keberlanjutan kualitas Program M-SAINS. Evaluasi tidak dipahami sekadar sebagai proses administratif, tetapi sebagai instrumen pembelajaran organisasi yang mendorong inovasi dan penyempurnaan program secara berkelanjutan.

Ketiga konstruksi tersebut kemudian disintesiskan menjadi M-SAINS PROPHETIC Model, yaitu model manajemen yang memadukan perencanaan strategis, ekosistem akademik, budaya mutu, integrasi sumber daya pendidikan berbasis 5M, serta internalisasi nilai-nilai profetik sebagai fondasi penguatan kompetensi lulusan abad ke-21. Model ini menunjukkan bahwa keberhasilan Program Madrasah Sains sangat ditentukan oleh keterpaduan antara sistem manajemen modern dengan nilai-nilai Islam yang hidup dalam tradisi pesantren.

Memperkaya Teori Manajemen Pendidikan Islam

Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam. Model M-SAINS PROPHETIC memperluas teori manajemen program pendidikan yang selama ini lebih banyak menitikberatkan pada aspek perencanaan dan implementasi, menjadi suatu model yang mengintegrasikan dimensi strategis, budaya akademik, budaya mutu, serta internalisasi nilai-nilai profetik dalam satu kerangka manajemen pendidikan Islam yang utuh.

Temuan ini menegaskan bahwa keunggulan madrasah tidak hanya dibangun melalui kecanggihan kurikulum, laboratorium, atau teknologi pembelajaran, tetapi juga melalui kepemimpinan strategis, budaya organisasi yang kuat, sistem penjaminan mutu, dan integrasi nilai-nilai Islam sebagai ruh pendidikan.

Perspektif Islam: Integrasi Ilmu, Adab, dan Amal

Dalam perspektif Islam, M-SAINS PROPHETIC Model dibangun di atas prinsip bahwa ilmu pengetahuan harus senantiasa berjalan seiring dengan iman, adab, dan amal saleh. Allah SWT berfirman:

"Yarfa'illāhulladzīna āmanū minkum walladzīna ūtul-'ilma darajāt."
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujādilah: 11).

Ayat tersebut menegaskan bahwa kemuliaan ilmu tidak dapat dipisahkan dari kualitas keimanan dan akhlak. Karena itu, Program M-SAINS tidak diarahkan semata-mata untuk melahirkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk insan yang beradab, berintegritas, bertanggung jawab, serta mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan bagi kemaslahatan umat.

Nilai SIAGA mencerminkan pentingnya perencanaan yang visioner dan amanah, EKOSA Pesantren merepresentasikan integrasi ilmu dan adab dalam budaya akademik pesantren, sedangkan PRIME Quality System merupakan implementasi nilai muhasabah, ihsan, dan itqan melalui budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Keseluruhan proses tersebut diarahkan untuk mewujudkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan promovendus yang telah menghadirkan inovasi konseptual dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam.

Menurut beliau, lahirnya M-SAINS PROPHETIC Model menunjukkan bahwa disertasi doktor tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan akademik untuk memperoleh gelar doktor, tetapi harus mampu melahirkan teori, model, maupun konsep baru yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik Manajemen Pendidikan Islam.

"Kami mengucapkan selamat kepada Dr. Muhammad Suwignyo Prayogo atas keberhasilannya mempertahankan disertasi sekaligus melahirkan M-SAINS PROPHETIC Model. Temuan ini memperkaya khazanah keilmuan Manajemen Pendidikan Islam dan menawarkan model pengelolaan madrasah unggulan berbasis pesantren yang relevan dengan kebutuhan kompetensi abad ke-21. Kami juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Promotor, Co-Promotor, Ketua Sidang, Sekretaris Sidang, serta seluruh Dewan Penguji yang telah memberikan arahan, kritik, dan penyempurnaan sehingga lahir karya akademik yang memiliki kontribusi teoretis maupun praktis bagi kemajuan pendidikan Islam," ungkap Prof. Sutiah.

Beliau berharap M-SAINS PROPHETIC Model tidak hanya menjadi kontribusi akademik di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga dapat diimplementasikan oleh madrasah, pesantren, sekolah Islam terpadu, maupun lembaga pendidikan Islam lainnya sebagai strategi membangun keunggulan akademik yang berpijak pada nilai-nilai Islam dan mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan lahirnya M-SAINS PROPHETIC Model, Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam yang mampu melahirkan teori, model, dan inovasi berbasis riset yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi transformasi pendidikan Islam di Indonesia dan dunia. Malang, 30 Juni 2026

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Prodi Doktor MPI UIN Malang Temukan Model M-SAINS PROPHETIC: Inovasi Manajemen Madrasah Sains Berbasis Pesantren untuk Penguatan Kompetensi Lulusan Abad ke-21

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now