Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menyelenggarakan International Conference on Islamic Education (ICIED) 2026 terus diperkuat melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh rangkaian persiapan konferensi internasional berjalan optimal, mulai dari kesiapan narasumber, teknis pelaksanaan, hingga tahapan publikasi artikel ilmiah.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa ICIED 2026 akan menghadirkan narasumber nasional dan internasional secara luring (offline) maupun daring (online). Narasumber yang hadir secara langsung antara lain Najeela Shihab, Nurul Ashikin, Prof. Dr. Syamsul Bachri dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Abdul Hamid dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Meinarni dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sementara itu, narasumber internasional Dr. Subhasni dan David Kim akan berpartisipasi secara daring, sehingga memperkuat nuansa global dalam konferensi ini.
Mengangkat tema bernuansa kearifan lokal Malangan dengan sentuhan desain topeng Malangan, ICIED 2026 tidak hanya menjadi forum akademik bertaraf internasional, tetapi juga media untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para peserta dari berbagai daerah dan negara.
Berbagai aspek teknis turut dimatangkan dalam rapat koordinasi. Seminar kit dan konsumsi akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia agar tetap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta. Seluruh panitia juga akan mengenakan dress code berupa atasan putih, bawahan cokelat susu, serta jilbab seragam sebagai identitas profesional panitia selama kegiatan berlangsung.
Pada sesi akademik, konferensi akan dilaksanakan melalui parallel session, dengan setiap ruang menampung enam presenter. Hingga rapat koordinasi berlangsung, tercatat sebanyak 112 presenter dan 114 peserta telah terdaftar, dengan 54 judul paper yang akan dipresentasikan secara luring serta 4 peserta yang mengikuti konferensi secara langsung tanpa menjadi presenter.
Agar pelaksanaan berjalan lancar, setiap divisi diberikan tugas yang jelas. Tim Humas akan mengoordinasikan penjemputan narasumber di bandara, pendampingan menuju hotel, hingga penyambutan tamu undangan pada hari pelaksanaan sesuai pembagian tugas. Sementara itu, Seksi Konsumsi akan terus berkoordinasi dengan Seksi Acara dan Kesekretariatan untuk memastikan kebutuhan peserta dan narasumber terpenuhi secara optimal. Persiapan administrasi juga terus dipercepat, meliputi peminjaman ruangan, peralatan pendukung, akses internet melalui PTIPD, hingga distribusi surat undangan kepada seluruh pihak terkait.
Selain membahas pelaksanaan konferensi, rapat juga menyusun timeline publikasi artikel ilmiah yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ICIED 2026. Dalam waktu dekat, tim editorial akan mengirimkan Letter of Acceptance (LoA) sekaligus memberikan informasi kepada penulis yang masih memiliki kelengkapan administrasi.
Selanjutnya, batas akhir pengumpulan full paper ditetapkan pada 21 Agustus 2026, dilanjutkan dengan proses pemilahan naskah berdasarkan bidang kajian pada 24–26 Agustus 2026. Tahap review artikel akan berlangsung hingga 4 September 2026, sebelum konferensi dilaksanakan pada 9 September 2026. Setelah konferensi, peserta diberikan kesempatan melakukan revisi artikel hingga 25 September 2026 sesuai masukan dari reviewer.
Rapat koordinasi ini menunjukkan keseriusan seluruh panitia dalam menghadirkan ICIED 2026 sebagai konferensi internasional yang tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga profesional dalam penyelenggaraan. Kolaborasi yang solid antarbidang menjadi fondasi penting untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para narasumber, presenter, dan peserta dari berbagai negara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?