Banner Iklan

Makin, Anak Buruh Serabutan Sidogiri Tembus Bea Siswa Kampus Turki Bingung Biaya

Anis Hidayatie
13 Juli 2026 | 08.23 WIB Last Updated 2026-07-13T01:23:54Z


Anak Buruh Serabutan Sidogiri Tembus Bea Siswa Kampus Turki, Butuh Uluran Biaya 

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Kisah inspiratif sekaligus menyayat hati datang dari bumi Pasuruan, khususnya lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri. Seorang pemuda berprestasi Makinun, berhasil menembus seleksi ketat dan mengantongi Letter of Acceptance (LoA) Unconditional untuk melanjutkan studi Master (S2) di salah satu universitas ternama di Turki.

Namun, mimpi besar untuk membawa harum nama bangsa ini terancam kandas. Di balik keberhasilan akademisnya yang luar biasa, ia kini didera kebingungan besar akibat keterbatasan biaya untuk bisa berangkat dan bertahan studi di sana.

Dibesarkan Ibu Tunggal Sejak SD, Berjuang di Tengah Keterbatasan

Lahir dan tumbuh dalam situasi yang tidak mudah, makinun dibesarkan oleh seorang ibu tunggal (single parent) setelah kedua orang tuanya berpisah sejak ia duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Sejak saat itu, sang ibu berjuang sendirian tanpa lelah menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh serabutan, termasuk kerap membantu memasak di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri demi menyambung hidup dan menyekolahkan anaknya.

Meski dibesarkan di tengah himpitan ekonomi, makinun tidak pernah memadamkan semangat belajarnya. Berbekal tekad kuat, ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di bidang Ilmu Komunikasi dan aktif mengelola komunitas pemuda.

Puncaknya, ia membuktikan kualitasnya dengan diterima di universitas Turki tanpa syarat akademis tambahan (Unconditional). Pihak kampus bahkan memberikan apresiasi berupa potongan biaya kuliah (tuition fee) sebesar 25% karena melihat potensi besarnya.

Terganjal Sisa Biaya: Mengetuk Hati Pemerintah dan Dewan Perwakilan

Diskon 25% dari kampus tentu belum cukup bagi keluarga buruh serabutan untuk menutup seluruh biaya pendidikan, tiket pesawat, visa, hingga biaya hidup bulanan di Turki yang tergolong tinggi.

Saat ini, makinun benar-benar berada di persimpangan jalan. Antara mempertahankan mimpi besarnya atau harus menyerah pada keadaan ekonomi. Melalui rilis ini, ia berharap ada keajaiban berupa uluran tangan dan perhatian khusus dari pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga jajaran dewan perwakilan untuk memberikan bantuan beasiswa penuh.

"Potongan 25% dari kampus adalah berkah, tapi bagi kondisi keluarga kami, sisa biaya yang harus ditanggung tetap teramat besar. Ibu saya berjuang sendirian sebagai buruh serabutan sejak saya kecil. Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah atau para dewan agar kesempatan emas membawa nama Indonesia ke Turki ini tidak hilang begitu saja," ungkap makinun dengan penuh harap, Minggu (12/7).

Investasi pendidikan untuk pemuda sekualitas makinun adalah langkah nyata untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mencetak generasi unggul bagi bangsa. Bagi pihak pemerintah, lembaga donor, atau jajaran dewan yang tergerak untuk membantu, dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini.

Kontak Media & Informasi Pengaju:

Nama Lengkap: Muhammad makinun amin

Email: aminmakin9@gmail.com 

No. WhatsApp/Telepon: +6282335422081

Status Kampus: Lulus/Diterima (LoA Unconditional) - Bahçeşehir University, Istanbul, Turki


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Makin, Anak Buruh Serabutan Sidogiri Tembus Bea Siswa Kampus Turki Bingung Biaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now