![]() |
| Mahasiswa Sains Data UB Juara 1 National Youth Preneur Festival 2026 di Jember./dok.FMIPA UB |
JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM - Kalangan akademisi Universitas Brawijaya (UB) turut memperhatikan isu permodalan yang kerap membatasi ruang gerak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta para inovator muda.
Kendala ini kemudian memantik solusi cerdas dari mahasiswa UB untuk berkolaborasi menyumbang inovasinya.
Pada Minggu, 28 Juni 2026, kolaborasi empat mahasiswa program studi Sains Data FMIPA UB angkatan 2025 sukses menyabet Juara 1 dalam ajang bergengsi National Youth Preneur Festival 2026 di Jember.
Inovasi yang ditawarkan tim mahasiswa ini tidak hanya menjadi angin segar bagi ekosistem kewirausahaan lokal, tetapi juga merupakan wujud nyata kontribusi generasi muda dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Secara khusus, gagasan mereka berkontribusi langsung pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong produktivitas serta perluasan akses keuangan bagi UMKM. Selain itu, solusi permodalan yang inklusif ini juga selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), di mana dukungan penuh bagi para inovator muda menjadi kunci untuk melahirkan terobosan-terobosan baru di masa depan.
Tim yang terdiri Aini Tusamma Salsabila, Hasrip Widianto, Gesya Nur Azizah, dan Muhammad Fairo Yans Azfaro tampil gemilang menyingkirkan para pesaingnya pada kategori rancangan Business Model Canvas (BMC).
Gagasan yang membawa mereka ke podium tertinggi adalah 'Urunan', sebuah rancangan platform investasi digital yang bertindak sebagai fasilitator antara idea maker atau UMKM dengan jaringan investor.
Berbeda dengan proposal bisnis pada umumnya, Urunan lahir dari kacamata analitik mahasiswa Sains Data. Platform ini tidak hanya menonjol dari segi prospek finansial, tetapi juga ketahanan sistemnya.
Di atas kanvas model bisnis tersebut, tim memaparkan bagaimana data dapat menjadi jawaban dari permasalahan. Tujuannya adalah untuk menjamin transparansi, keamanan transaksi, dan validasi rekam jejak pelaku UMKM, sehingga risiko investor dapat diminimalisir.
Dari segi pengalaman pengguna (UI/UX), rancangan aplikasi Urunan mengusung estetika desain vektor yang minimalis dan bersih. Keputusan desain ini sengaja diambil agar aplikasi tetap ringan, intuitif, dan tidak mengintimidasi para pelaku UMKM daerah yang mungkin baru pertama kali bersinggungan dengan teknologi crowdfunding.
"Fokus kami adalah menciptakan jembatan penghubung yang aman sekaligus inklusif. Melalui pengelolaan data relasional yang akurat, sistem dapat memberikan rekomendasi investasi yang tepat sasaran, menumbuhkan kepercayaan investor, sekaligus menghidupkan ide-ide brilian yang selama ini terganjal dana," papar perwakilan tim saat menjelaskan nilai tambah platform mereka.
Di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis dan ahli bidang kewirausahaan, Aini, Hasrip, Gesya, dan Fairo berhasil membuktikan bahwa keilmuan statistika dapat dimanfaatkan dengan apik bersama strategi ekonomi kreatif. Pemetaan Value Proposition hingga Revenue Stream yang mereka susun dinilai paling rasional, aplikatif, dan siap untuk diakselerasi ke tahap pengembangan perangkat lunak sesungguhnya.
Kemenangan di Jember bukan sekadar gelar juara bagi keempat mahasiswa tersebut, melainkan titik awal pembuktian ide mereka. Ke depannya, tim berambisi untuk membawa blueprint 'Urunan' ke tahap realisasi prototype dan mulai mencari peluang inkubasi bisnis.
Prestasi Aini, Hasrip, Gesya, dan Fairo juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Sains Data UB mampu keluar dari ruang lingkup teoretis kampus dan meracik inovasi digital yang berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas. ***
Editor: YAN

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?