Banner Iklan

Dosen Departemen Kimia UB Dampingi Masyarakat Pandanwangi Kembangkan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Eco Enzim

JSN Admin 2
01 Juli 2026 | 18.22 WIB Last Updated 2026-07-01T11:22:24Z
Fakultas STeM Universitas Brawijaya mendukung pembangunan masyarakat melalui kegiatan pengabdian berbasis ilmu pengetahuan di Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang./dok.FSTeM UB

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (Fakultas STeM) Universitas Brawijaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui kegiatan pengabdian berbasis ilmu pengetahuan.

Bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Departemen Kimia melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang, melalui pelatihan pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzim dan berbagai produk bernilai tambah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Juni 2026 ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diinisiasi Kompartemen Biokimia Departemen Kimia UB dengan tema Pemanfaatan Eco Enzim dari Limbah Organik untuk Mendukung Produk Ramah Lingkungan dan Ekonomi Sirkular Masyarakat. Program dipimpin oleh Dr. Arie Srihardyastutie sebagai ketua tim pengabdian.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Pandanwangi, Dewi Citra Larasati, S.AP., M.Si., mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Universitas Brawijaya dan masyarakat setempat.

"Program ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin mandiri dalam mengelola lingkungan sekaligus memperoleh peluang usaha baru," ungkapnya.

Sebanyak 12 mahasiswa Departemen Kimia UB juga terlibat aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan KKN berbobot 4 SKS yang berlangsung pada 22 Juni hingga 18 Juli 2026. Program KKN dikoordinasikan oleh Achmad Ali Imron Rahmatulloh, dengan fokus pada pendampingan masyarakat dalam mengembangkan teknologi sederhana berbasis kimia yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga.

Achmad Ali Imron Rahmatulloh menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata masyarakat.

"KKN memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain mengaplikasikan konsep-konsep kimia, kami juga belajar memahami kebutuhan masyarakat dan mendampingi mereka dalam mengembangkan solusi yang berkelanjutan. Selama tiga minggu ke depan kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi agar program ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang," jelasnya.

Pada pelatihan tersebut, mahasiswa memperagakan proses pembuatan eco enzim sekaligus memperkenalkan beberapa produk inovatif hasil pengolahannya, antara lain sabun cair ramah lingkungan, telur asin, dan tepache, minuman fermentasi yang dibuat dari limbah kulit buah nanas. Produk-produk tersebut menjadi contoh penerapan konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai manfaat sekaligus potensi ekonomi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi pembuatan produk, praktik langsung oleh peserta, serta diskusi mengenai teknik fermentasi, manfaat eco enzim, dan peluang pengembangan usaha berbasis limbah organik. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi praktik maupun diskusi.

Ketua kegiatan, Dr. Arie Srihardyastutie, menegaskan bahwa tujuan program ini tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi berorientasi pada keberlanjutan implementasi di masyarakat.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami cara membuat eco enzim, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai produk turunannya secara mandiri. Oleh karena itu, mahasiswa KKN akan terus mendampingi masyarakat selama tiga minggu ke depan agar teknologi sederhana ini benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan secara berkelanjutan," jelas Dr. Arie.

Program pendampingan ini akan terus dilaksanakan hingga pertengahan Juli 2026 melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan pengembangan produk bersama kelompok masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah organik secara lebih produktif sekaligus memperkuat budaya pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui optimalisasi pemanfaatan limbah organik, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong lahirnya peluang usaha berbasis produk ramah lingkungan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara Departemen Kimia Universitas Brawijaya, Pemerintah Kelurahan Pandanwangi, Tim Penggerak PKK, mahasiswa KKN, dan masyarakat dalam membangun inovasi yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat, Departemen Kimia Fakultas STeM Universitas Brawijaya terus berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya berbasis hasil penelitian, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen Departemen Kimia UB Dampingi Masyarakat Pandanwangi Kembangkan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Eco Enzim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now