Banner Iklan

UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Potensi Agrowisata Kopi melalui Program "Kopi Nusantara Experience" di Lereng Gunung Bromo

Admin JSN
01 Juli 2026 | 19.05 WIB Last Updated 2026-07-01T12:06:31Z

 

Dokumentasi Pribadi


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur memperkuat perannya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan potensi agrowisata kopi bertajuk "Kopi Nusantara Experience: Strategi Komunikasi Pengembangan Destinasi Agrowisata Kopi" yang berada di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Malang, pada hari Rabu (1/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi kopi lokal sebagai destinasi wisata berbasis komunikasi pemasaran, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi kreatif.

Desa Benjor, Kabupaten Malang memiliki posisi strategis sebagai salah satu jalur menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru serta memiliki potensi perkebunan dan wisata alam yang dapat dikembangkan menjadi destinasi agrowisata kopi. Potensi tersebut menjadi peluang untuk mengintegrasikan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif melalui strategi komunikasi yang efektif.

Dosen UPN Veteran Jawa Timur, Reza Mehdi Fauzi, menjelaskan bahwa pengembangan agrowisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani kopi. Dengan mengintegrasikan sektor pertanian dan pariwisata, masyarakat diharapkan memperoleh sumber pendapatan baru melalui penyediaan jasa wisata, penjualan produk olahan kopi, serta berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.

Sementara itu, Bapak Heri selaku pengelola kopi memaparkan perjalanan pengembangan kopi di desanya. Ia menjelaskan bahwa masyarakat terus berupaya meningkatkan kualitas budidaya, pengolahan pascapanen, hingga penyajian kopi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Menurutnya, pengembangan agrowisata menjadi peluang untuk memperkenalkan kopi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Pengunjung tidak hanya menikmati secangkir kopi, tetapi juga bisa melihat langsung proses budidaya, panen, pengolahan, hingga penyeduhan. Pengalaman seperti ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya.

"Agrowisata kopi menjadi sarana untuk memperkenalkan proses budidaya hingga pengolahan kopi kepada masyarakat. Selain memberikan pengalaman edukatif bagi wisatawan, konsep ini juga mampu meningkatkan daya saing produk kopi lokal," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai pengemasan produk wisata berbasis pengalaman (experiential tourism), penyusunan konten promosi digital, teknik storytelling destinasi, serta pentingnya kolaborasi antara kelompok tani, pelaku UMKM, pemerintah desa, komunitas, dan perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata kopi.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama sesi diskusi dan praktik. Berbagai gagasan disampaikan mengenai pengembangan paket wisata edukasi kopi, aktivitas petik kopi, proses roasting, cupping, hingga penyediaan produk oleh-oleh berbasis kopi khas lereng Bromo.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, UPN Veteran Jawa Timur berkomitmen mendukung pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata di Kabupaten Malang. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi model kolaborasi yang mengintegrasikan inovasi akademik dengan kebutuhan masyarakat dalam mewujudkan agrowisata kopi yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memiliki identitas khas sebagai bagian dari kekayaan kopi Nusantara.


Penulis : Reza Mehdi Fauzi


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Potensi Agrowisata Kopi melalui Program "Kopi Nusantara Experience" di Lereng Gunung Bromo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now