Banner Iklan

Mahasiswa KKN UPN "Veteran" Jawa Timur Edukasi Pengelolaan Keuangan Bagi Penerima Manfaat PKH di Desa Kedungasri

Admin JSN
30 Juli 2026 • 18.06 WIB
Foto bersama mahasiswa KKN Kelompok 06 UPN "Veteran" Jawa Timur dengan peserta kegiatan edukasi pengelolaan keuangan keluarga di Desa Kedungasri.

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur menggelar edukasi pengelolaan keuangan keluarga bertajuk "Bijak Kelola Keuangan Keluarga" bagi ibu-ibu dan bapak-bapak penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kedungasri, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, pada 27–30 Juli 2026.

Kegiatan dilaksanakan secara bergiliran di empat dusun, yaitu Dusun Cumpleng pada 27 Juli, Dusun Bender pada 28 Juli, Dusun Bangsri pada 29 Juli, dan Dusun Kedungori pada 30 Juli. Setiap sesi diikuti sekitar 35-40 peserta. Kegiatan berlangsung secara informal tanpa seremoni pembukaan, dengan pendekatan langsung ke peserta di masing-masing dusun.

Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan keluarga melalui edukasi mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga yang sederhana, terencana, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini dilaksanakan setelah mahasiswa KKN mengidentifikasi masih adanya kendala dalam pengelolaan keuangan rumah tangga di kalangan keluarga penerima manfaat PKH. Sebagian peserta diketahui belum terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin, masih kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belum membiasakan menyisihkan dana darurat sesuai kemampuan keluarga.

"Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak penerima PKH agar dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarganya. Dengan mengenalkan aplikasi 'Money+' yang berguna untuk membantu pencatatan dan pembagian pengeluaran keluarga," ujar Elang Mas Haryo Kalijaga selaku Ketua Kelompok KKN 06.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN berkoordinasi dengan pendamping PKH setempat untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta. Setiap peserta memperoleh brosur edukasi yang membahas tiga komponen utama dalam pengelolaan keuangan keluarga, yaitu kebutuhan, keinginan, dan dana darurat, disertai contoh pembagian anggaran sederhana yang dapat diterapkan sesuai kondisi ekonomi masing-masing keluarga.

Selain penyampaian materi, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi pencatatan keuangan Money+, aplikasi yang sudah tersedia di Play Store sebagai salah satu alternatif untuk membantu mencatat pemasukan, pengeluaran, serta menyusun anggaran rumah tangga secara lebih praktis. Peserta kemudian mempraktikkan penyusunan anggaran menggunakan contoh kasus sederhana agar materi lebih mudah dipahami.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan keuangan rumah tangga sesuai kondisi yang mereka hadapi sehari-hari. Salah satu peserta sempat menanyakan bagaimana cara mengatur keuangan hasil dari panen. Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan agar dana bantuan PKH sebaiknya diposisikan sebagai dana tambahan atau bonus, bukan sebagai sumber penghasilan utama, serta tidak dihabiskan begitu saja setelah diterima, melainkan dikelola dan disisihkan sesuai kebutuhan keluarga.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan sebagai bentuk penguatan edukasi agar dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga sehari-hari.


Penulis: Elthisa, Devina, Dafina





Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa KKN UPN "Veteran" Jawa Timur Edukasi Pengelolaan Keuangan Bagi Penerima Manfaat PKH di Desa Kedungasri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?