Banner Iklan

Kuliah umum Riset Nasional bersama Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., di UM Luncurkan Rumah Inovasi Daerah

Anis Hidayatie
03 Juli 2026 | 16.11 WIB Last Updated 2026-07-03T09:28:19Z


Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., di UM, Luncurkan ‘Rumah Inovasi Daerah

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bergerak cepat memperkuat ekosistem riset nasional agar mampu memberikan dampak ekonomi langsung pada sektor industri. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya agresif mendongkrak posisi Indonesia yang saat ini masih tertahan di peringkat ke-55 dunia dalam Global Innovation Index (GII).

Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menegaskan bahwa kunci utama untuk mengejar ketertinggalan tersebut adalah percepatan keterkaitan (link and match) antara hasil riset akademis dan kebutuhan nyata dunia usaha. Komitmen tersebut disampaikannya di hadapan civitas akademika dalam Kuliah Umum Riset Nasional yang digelar di Aula Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (3/7).

"Fokus utama kita adalah meningkatkan skor GII sebagai tolok ukur kemajuan bangsa. Riset tidak boleh lagi hanya berhenti di laci perpustakaan, melainkan harus berdampak langsung pada hilirisasi dan industrialisasi," tegas Prof. Arif.

Sebagai jembatan penghubung dunia akademik dan sektor industri, BRIN mendorong perguruan tinggi untuk aktif membangun Science Techno Park (STP) di dalam kawasan kampus. Tidak hanya berhenti di level universitas, penguatan ekosistem inovasi ini juga menyasar level pemerintah daerah melalui program inovatif bertajuk Rumah Inovasi Daerah.

Prof. Arif menjelaskan, mengingat pemerintah provinsi umumnya tidak memiliki laboratorium atau peneliti mandiri, maka kekuatan utama riset daerah mutlak berada di tangan perguruan tinggi besar. Di Jawa Timur, kolaborasi ini bertumpu pada kesiapan kampus-kampus kelas dunia seperti UM, UB, ITS, dan Unair.

Sebagai langkah konkret, BRIN telah menetapkan agenda strategis pada akhir tahun ini:

September: Peluncuran resmi Rumah Inovasi Indonesia sebagai pusat integrasi ekosistem inovasi nasional.

Pasca-September: Peresmian bertahap Rumah Inovasi Daerah di berbagai provinsi, dengan fokus awal pada kesiapan wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Guna mendukung sinergi besar ini, BRIN menyiapkan skema dukungan SDM dan pendanaan komprehensif, mulai dari program magang mahasiswa (S1), post-doctoral (S3), beasiswa Doctor by Research, hingga kucuran dana hibah RIM (Riset Inovasi untuk Indonesia Maju) Merah Putih.

Fokus Tematik: Pangan Kedaulatan dan Kemandirian Dirgantara

Ke depan, arah riset tematik nasional di bawah naungan BRIN akan difokuskan secara ketat pada dua sektor yang sangat krusial bagi ketahanan bangsa:

Sektor Pangan: Menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi genomics demi menciptakan varietas benih unggul. Langkah ini ditargetkan mampu memangkas ketergantungan Indonesia terhadap komoditas impor strategis seperti bawang putih dan kedelai.

Sektor Dirgantara & Transportasi: Fokus pada pengawalan penyempurnaan pesawat amfibi (N219) untuk memperkuat konektivitas wilayah kepulauan Indonesia, serta optimalisasi teknologi drone guna efisiensi sektor pertanian modern dan logistik nasional.

Respons Proaktif UM: Sistem Pendidikan AI dan Solusi Krisis Air

Gayung bersambut, Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Haryono, M.Pd., menyatakan kesiapan penuh institusinya untuk merealisasikan visi besar BRIN tersebut. Sebagai bukti konkret, UM tengah menggodok dua program inovasi unggulan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat luas.

Di bidang pendidikan, UM tengah mengembangkan sistem pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang adaptif. Inovasi ini ditargetkan mampu memajukan mutu dan kualitas pendidikan secara merata di daerah-daerah terpencil.

Sementara di bidang lingkungan dan teknologi tepat guna, tim peneliti UM berfokus pada riset pemanfaatan air hujan agar dapat diolah menjadi air minum yang layak konsumsi secara higienis.

"Teknologi sederhana tepat guna ini diharapkan mampu menjadi solusi ganda: menekan risiko bencana banjir sekaligus mengatasi krisis penyediaan air bersih, khususnya untuk wilayah padat seperti Jakarta dan kawasan urban di Kalimantan," pungkas Prof. Haryono. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kuliah umum Riset Nasional bersama Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., di UM Luncurkan Rumah Inovasi Daerah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now