DPRD H. Arifin Sebut Pelemahan Rupiah Akibat Dinamika Global, Masyarakat Diminta Tetap Optimistis dan Cintai Produk Lokal
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dinilai sebagai bagian dari dinamika ekonomi global yang saat ini terjadi di berbagai negara. Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) disebut terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tetap kondusif.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Arifin, Jumat (3/7/2026), mengajak masyarakat untuk tidak panik menghadapi kondisi tersebut dan tetap optimistis terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.
Menurutnya, fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, mulai dari kebijakan moneter negara-negara besar, kondisi geopolitik internasional, hingga pergerakan harga komoditas dunia.
"Yang perlu dipahami masyarakat, pelemahan rupiah bukan hanya dialami Indonesia, tetapi juga menjadi dampak dari situasi ekonomi global yang sedang bergejolak. Pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah stabilisasi agar kondisi ekonomi nasional tetap terjaga," ujar H. Arifin.
Ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal.
Selain itu, H. Arifin menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan inflasi dan daya beli masyarakat agar tidak mengalami tekanan yang berlebihan. Menurutnya, perlindungan terhadap kelompok masyarakat kecil dan pelaku UMKM harus menjadi prioritas di tengah dinamika ekonomi saat ini.
"Inflasi dan daya beli masyarakat harus terus dijaga. Kita berharap berbagai kebijakan yang diambil pemerintah mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah," katanya.
Politisi yang membidangi sektor perekonomian tersebut juga meyakini bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai tantangan global. Hal itu didukung oleh konsumsi domestik yang tinggi, pertumbuhan sektor riil, serta semakin berkembangnya industri berbasis potensi lokal.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk semakin mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian nasional.
"Mari kita dukung produk lokal, perkuat UMKM, dan tetap optimistis. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin ekonomi Indonesia, termasuk Kabupaten Pasuruan, akan mampu menghadapi tantangan global dan terus tumbuh secara berkelanjutan," pungkas H. Arifin.
Pemerintah sendiri terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas makroekonomi, mulai dari pengendalian inflasi, menjaga cadangan devisa, hingga memperkuat sektor industri dan perdagangan domestik agar fundamental ekonomi nasional tetap kokoh di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?