BPN APTAKSINDO Tetapkan Husein Hasan Ali Salim sebagai Ketua Umum PAW
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Badan Pimpinan Nasional (BPN) Asosiasi Tenaga Ahli dan Trampil Indonesia (APTAKSINDO) secara resmi menetapkan Husein Hasan Ali Salim, S.E. sebagai Ketua Umum Pengganti Antar Waktu (PAW) menggantikan Ir. Husein Imran, MBA. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno BPN APTAKSINDO yang digelar di Surabaya, Sabtu (26/7/2026).
Rapat pleno dipimpin langsung oleh Dewan Pendiri sekaligus Sekretaris Jenderal APTAKSINDO, R. Mohammad Ali, dan dihadiri jajaran pengurus pusat. Penetapan tersebut menjadi bagian dari langkah organisasi untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan hingga pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) III APTAKSINDO yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Dalam kesempatan itu, Husein Hasan Ali Salim menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi pada masa transisi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak R. Mohammad Ali selaku Dewan Pendiri merangkap Sekjen beserta seluruh pengurus APTAKSINDO yang hadir. Atas kepercayaan yang diberikan, saya siap mengemban amanah sebagai Ketua PAW untuk menguatkan konsolidasi organisasi hingga Munas III," ujar Husein Hasan Ali Salim.
Menurutnya, kepemimpinan baru ini hadir di tengah tantangan besar sektor jasa konstruksi nasional yang membutuhkan organisasi profesi dan perusahaan penyalur tenaga kerja yang semakin profesional, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional.
APTAKSINDO menilai sedikitnya terdapat tiga isu strategis yang menjadi perhatian utama pada 2026. Pertama, kebutuhan sekitar sembilan juta tenaga kerja konstruksi tersertifikasi seiring bergulirnya lebih dari 200 Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta Program 3 Juta Rumah.
Kedua, implementasi kewajiban sertifikasi kompetensi bagi seluruh tenaga kerja konstruksi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Jasa Konstruksi. Dalam hal ini, APTAKSINDO menyatakan siap menjadi mitra pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan sertifikasi dan pelatihan tenaga kerja.
Sementara isu ketiga adalah peningkatan kesejahteraan pekerja serta penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Organisasi ini mendorong seluruh perusahaan anggotanya agar memastikan pekerja memperoleh upah yang layak, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta penerapan standar K3 pada setiap proyek.
"Tugas kami jelas. Memastikan setiap tenaga kerja yang disalurkan APTAKSINDO adalah tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan sejahtera. Ini adalah kontribusi nyata kami untuk pembangunan nasional," tegas Husein.
Untuk mewujudkan target tersebut, kepengurusan baru menetapkan tiga agenda prioritas hingga pelaksanaan Munas III. Agenda pertama adalah melakukan konsolidasi nasional kepada seluruh 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APTAKSINDO di Indonesia.
Agenda kedua, memperkuat ekosistem sertifikasi melalui sinergi dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), serta Balai Latihan Kerja guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi nasional.
Sedangkan agenda ketiga adalah mempersiapkan penyelenggaraan Munas III APTAKSINDO sebagai forum demokrasi organisasi sekaligus momentum regenerasi kepemimpinan untuk memperkuat eksistensi organisasi di masa mendatang.
Rapat pleno ditutup dengan komitmen bersama seluruh jajaran pengurus untuk menjaga marwah APTAKSINDO sebagai rumah besar perusahaan penyalur tenaga kerja jasa konstruksi yang profesional, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan berdaya saing. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?