SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Jawa Timur, yang terkenal dengan tagline Cantik Cerdas Kreatif dan Inovatif Dr. Lia Istifhama atau akrab dipanggil Ning Lia, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan ekonomi kerakyatan. Kali ini, ia secara khusus mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya untuk segera beradaptasi dan meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan inovasi teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Pesan strategis tersebut disampaikan langsung oleh senator muda yang akrab disapa Ning Lia ini saat menghadiri kegiatan pelatihan dan pemberdayaan UMKM yang diinisiasi oleh Markas UMKM di Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme tersebut turut dihadiri oleh jajaran perwakilan pemerintah daerah setempat, berbagai komunitas penggiat UMKM, serta para praktisi teknologi digital yang siap memberikan pendampingan langsung.
Dalam pemaparannya, Ning Lia menyoroti dinamika pasar yang terus berubah. Ia menilai bahwa transformasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan opsional, melainkan sudah menjadi kebutuhan mutlak dan vital bagi para pelaku UMKM yang ingin bertahan dan berkembang.
Hal ini, lanjut Ning Lia, tidak lepas dari pergeseran perilaku konsumen modern yang saat ini semakin masif dan bergantung pada akses internet, baik untuk sekadar mencari informasi produk maupun melakukan transaksi belanja.
"Transformasi digital adalah kunci utama saat ini. Pelaku UMKM harus berani berinovasi agar bisa segera 'naik kelas'. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital hingga kecerdasan buatan (AI), UMKM kita akan jauh lebih kompetitif, efisien, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," tegas keponakan Khofifah Indar Parawansa tersebut.
Melalui sinergi pelatihan dan pemberdayaan yang digelar di Markas UMKM ini, diharapkan para pelaku usaha di Surabaya, khususnya di wilayah Sawahan, dapat menyerap ilmu dari para praktisi teknologi dan segera mengimplementasikannya untuk mendongkrak eksistensi produk lokal di kancah digital.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?