Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Tidak semua luka terlihat oleh mata. Ada luka yang bersemayam dalam diam, tersimpan di balik senyum anak-anak yang pernah menjadi korban kekerasan. Namun pada Rabu (8/7/2026), di Aula Lantai 1 Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, harapan kembali dinyalakan. Tawa yang lama menghilang perlahan kembali terdengar.
Melalui program "Rumah Ceria untuk Anak Hebat Kota Malang", Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan ruang aman dan penuh kasih bagi 15 anak penyintas kekerasan beserta 15 orang pendamping. Kegiatan ini menjadi ikhtiar nyata dalam mendukung pemulihan psikososial, memperkuat kesehatan mental, sekaligus menumbuhkan kembali rasa percaya diri anak-anak yang telah melewati pengalaman hidup yang tidak mudah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, kepedulian terhadap pemulihan dan kebahagiaan anak-anak penyintas kekerasan juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya melalui penyerahan donasi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang yang diwakili oleh Sulthon Hanafi, SE., MM. Donasi tersebut diserahkan kepada Ketua DWP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ibu Layyinah Basri, sebagai bentuk dukungan dan sinergi dalam memperkuat ikhtiar sosial bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian, pendampingan, dan ruang tumbuh yang lebih baik.
Dukungan tersebut menjadi energi positif bagi keberlanjutan program Rumah Ceria, sekaligus menegaskan bahwa pemulihan anak penyintas kekerasan membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Kehadiran lembaga filantropi, perguruan tinggi, organisasi perempuan, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih bagi tumbuh kembang anak.
Ketua DWP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ibu Layyinah Basri, menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, dicintai, dan dihargai. Melalui Rumah Ceria, DWP ingin menghadirkan ruang yang dipenuhi keceriaan, kebersamaan, dan penguatan agar anak-anak dapat kembali belajar, bermain, berkarya, serta menatap masa depan dengan optimisme.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa menghadirkan harapan bagi anak bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan investasi bagi masa depan bangsa.
"Ketika kita menyalakan harapan di hati seorang anak, sesungguhnya kita sedang menerangi masa depan bangsa."
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi DWP UIN Maliki Malang dengan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dekan Fakultas Psikologi, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si., memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemulihan psikologis anak melalui pendekatan ilmiah yang humanis dan berkelanjutan.
Para peserta mengikuti kegiatan yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing. Para pendamping memperoleh materi bertajuk "Menguatkan Ibu dan Pendamping Anak Penyintas: Puluh Bersama, Mendampingi dengan Cinta, dan Membangun Harapan Baru", yang dibawakan oleh Dr. Fina Hidayati, M.A. dan Fuji Astutik, M.Psi., kemudian dilanjutkan dengan sesi curah pendapat dalam kelompok.
Sementara itu, anak-anak mengikuti kelas "Teman Ceria, Hati Gembira: Membangun Rasa Aman dan Bahagia Bersama", dipandu oleh Dr. Maulidiah, M.A. bersama tim mahasiswa Fakultas Psikologi. Melalui aktivitas menggambar, bercerita, mewarnai, hingga permainan edukatif, anak-anak diajak mengekspresikan emosi secara positif, membangun kembali rasa aman, serta menemukan kebahagiaan dalam suasana yang hangat dan menyenangkan.
Lebih dari sekadar seminar atau kegiatan sosial, Rumah Ceria menjadi simbol hadirnya kepedulian. Di ruangan itu tidak ada anak yang dipandang sebagai korban. Yang ada hanyalah anak-anak hebat yang sedang diberi ruang untuk bangkit, bertumbuh, dan kembali percaya bahwa masa depan mereka tetap indah.
Ketua DWP UIN Maliki Malang juga menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Psikologi beserta seluruh narasumber, tim pendamping, BAZNAS Kota Malang, dan seluruh pihak yang telah menghadirkan ilmu, kepedulian, dukungan, serta dedikasi dalam mendampingi proses pemulihan anak-anak. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan anak bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, melainkan membutuhkan sinergi antara keluarga, perguruan tinggi, organisasi perempuan, tenaga profesional, lembaga filantropi, dan masyarakat.
Program ini sekaligus mempertegas komitmen DWP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pembangunan karakter, kesehatan mental, dan ketahanan keluarga.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?