Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bank Jatim Jadi BUMD Paling Solid dan Siap Menuju Nomor 1 Indonesia

JSN Admin 2
08 Juli 2026 | 19.28 WIB Last Updated 2026-07-08T12:31:40Z
Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi Bank Jatim sebagai BUMD paling solid dan berpotensi menjadi nomor 1 di Indonesia./dok.istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi Bank Jatim sebagai BUMD paling solid dan berpotensi besar menuju yang terbaik se-Indonesia.

Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dinilai sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) paling solid di Indonesia saat ini.

Kinerja impresif dan transformasi manajemen yang dilakukan Bank Jatim kemudian mendapat apresiasi langsung dari Anggota DPD/MPR RI, Dr. Lia Istifhama.

Apresiasi tersebut berdasarkan keberhasilan Bank Jatim dalam mencatatkan laba tertinggi di industri Bank Pembangunan Daerah (BPD), sekaligus komitmennya menjadi motor penggerak intersep ekonomi daerah.

Lia Istifhama menilai capaian Bank Jatim bukan hanya soal kinerja finansial, tetapi juga konsistensi dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif.

Menurutnya, soliditas yang ditunjukkan Bank Jatim mencerminkan tata kelola yang matang, kepemimpinan yang visioner, serta keberpihakan nyata kepada sektor produktif.

"Bank Jatim hari ini menunjukkan bahwa BUMD bisa naik kelas, tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Ini yang saya sebut sebagai BUMD paling solid, karena mampu menjaga keseimbangan antara profit, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi daerah," ungkap Lia pada rilis yang diterima Rabu (8/7).

Senator yang akrab disapa Ning Lia ini mengapresiasi langkah transformasi digital dan penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) yang dinilai sebagai strategi progresif untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat daya saing nasional.

"Dengan roadmap yang jelas dan kolaborasi antar-BPD melalui KUB, saya optimistis Bank Jatim tidak hanya menjadi yang terbaik di daerah, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi nomor satu di tingkat nasional," lanjut Ning Lia.

Saat rapat kerja tahunan, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan bahwa manajemen Bank Jatim menegaskan ultimate objective—tujuan utama—perseroan tidak hanya sekadar mengejar keuntungan semata, melainkan mendorong inklusi, literasi keuangan, dan membuka akses pembiayaan selebar-lebarnya demi menyejahterakan masyarakat.

Agar dapat memberikan jangkauan layanan yang lebih luas, Bank Jatim mengandalkan jaringan distribusi 244 kantor cabang, termasuk kantor cabang yang berada di Jakarta.

Selain itu, kapasitas teknologi mobile banking terus ditingkatkan agar nasabah dapat melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja.

Melalui kemudahan akses ini, Bank Jatim berkomitmen menggenjot penyaluran kredit. Manajemen mengakui porsi kredit saat ini masih didominasi sektor konsumtif sebesar 55 persen. Namun, upaya agresif menggeser porsi ke arah kredit produktif terus berjalan secara masif demi menopang geliat sektor UMKM.

Bank Jatim juga berusaha mempertahankan status sebagai BPD sehat dan terbaik dengan fokus memperkuat tiga pilar utama yakni modal dengan memperkuat struktur permodalan yang sehat. Dilanjut dengan aspek teknologi melalui transformasi digitalisasi perbankan yang masif. Lalu, peningkatan Sumber Daya Manusia dengan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas karyawan yang tangguh di era digital.

Bank Jatim tidak lagi bekerja secara instan berdasarkan apa yang ada di depan mata. Manajemen menegaskan telah merancang peta jalan (roadmap) bisnis jangka panjang untuk tahun 2027 hingga 2028, yang diharapkan mampu menjadi benchmark atau percontohan bagi jajaran BUMN.

Rencana besar tersebut dirangkum ke dalam lima pilar utama, meliputi penguatan tata kelola (corporate governance), optimalisasi ekosistem bisnis, transformasi teknologi informasi, penguatan human capital, serta optimalisasi KUB.

Langkah KUB ini krusial seiring kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong pemenuhan modal inti minimum Rp 3 triliun bagi BPD.

"Kami membuka peluang sinergi KUB dengan lima BPD lainnya di Indonesia, seperti BPD NTT dan NTB. Sinergi ini akan membuat pondasi perbankan daerah makin kuat. Jika ada pengusaha di daerah mereka yang butuh fasilitas pembiayaan besar, Bank Jatim siap meng-cover," ujar Winardi dalam rencana besarnya menuju posisi nomor 1 di Indonesia.

Sebelumnya, ketahanan solid industri BPD dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global turut diamini oleh Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah, dan Daerah OJK, Defri Andri.

Defri menyebut, kekuatan itu tercermin nyata dari tingkat permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) industri BPD yang kokoh di level 26,19 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata CAR industri perbankan nasional sebesar 25,09 persen.

Kemudian, pihak OJK menilai bahwa skema KUB yang diadopsi Bank Jatim menjadi solusi jitu untuk menjaga stabilitas sistem perbankan daerah. BPD yang sudah mapan dan memiliki bisnis solid, kini bisa menyokong serta memperkuat modal BPD lain yang masih berada dalam tahap berkembang.

"Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan ritel semata. Namun, harus mampu mendorong akselerasi dan sinergi ekonomi riil antar-daerah," tandas Defri Andri.

Menurut laman resmi Bank Jatim, mereka dijelaskan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor perbankan, dan berkantor pusat di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Bank ini bertujuan menghimpun dan menyalurkan dana guna mendukung pembangunan dan pertumbuhan perekonomian Provinsi Jawa Timur. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Bank Jatim Jadi BUMD Paling Solid dan Siap Menuju Nomor 1 Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now