Banner Iklan

DPD RI Cantik Lia Istifhama Kunjungi Pamekasan, Salut Ketangguhan Pemkab

Admin JSN
26 Juli 2026 | 06.30 WIB Last Updated 2026-07-25T23:30:30Z

Kunjungan kerja Anggota DPD RI cantik, Lia Istifhama, di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, disambut hangat oleh Bupati Kholilurrahman dan jajaran.

PAMEKASAN | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota DPD RI asal Jatim yang terkenal dengan tagline Cantik Cerdas Kreatif dan Inovatif Dr. Lia Istifhama atau akrab dipanggil Ning Lia dibuat kagum oleh ketangguhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Bagaimana tidak, di tengah kondisi fiskal yang sedang kembang kempis akibat pemangkasan anggaran dari pusat, Pamekasan dinilai tetap mampu menjaga stabilitas roda pembangunannya.

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh perempuan yang akrab disapa Ning Lia tersebut saat *sowan* ke Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan. Kedatangannya disambut hangat oleh Bupati Pamekasan, Dr. Drs. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si. Turut mendampingi pula Sekda Taufikurrachman beserta jajaran kepala OPD penting, mulai dari Bappeda, Dinas Pertanian, Disdik, hingga Dinas PMD.

Dalam obrolan tersebut, Ning Lia menyoroti kondisi berat yang tengah dihadapi daerah. Ada pemotongan dana transfer yang angkanya tak main-main, mencapai sekitar Rp200 miliar. Imbasnya sangat terasa, terutama pada pembangunan infrastruktur desa yang lajunya menjadi tersendat.

"Kehilangan dana sekitar Rp200 miliar itu jelas bukan perkara gampang buat daerah. Tapi yang bikin saya salut, kondisi sulit ini malah menumbuhkan kesadaran kolektif. Ada semangat gotong royong luar biasa antara pemerintah daerah dan warganya," ungkap keponakan Khofifah Indar Parawansa ini.

Ning Lia menambahkan, paradigma masyarakat kini mulai bergeser. Pembangunan tidak lagi melulu disandarkan pada pusat, melainkan disadari sebagai tanggung jawab bersama.

Gayung bersambut, Bupati Kholilurrahman dalam kesempatan itu blak-blakan soal kerikil tajam yang sedang dihadapi pemerintahannya. Mulai dari kebijakan fiskal nasional yang dinilai memberatkan, hingga distribusi dana bagi hasil yang dirasa masih jauh dari kata proporsional.

Sang Bupati membeberkan fakta mengejutkan. Pamekasan memiliki potensi kurang bayar Dana Transfer Daerah (TDA) sejak kurun waktu 2002 hingga 2024 yang nilainya mengendap sekitar Rp71 miliar. "Kalau dana ini bisa terealisasi, tentu laju pembangunan di Pamekasan bisa berlari lebih kencang," jelasnya.

Belum lagi soal Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sebagai daerah penghasil tembakau, Pamekasan seharusnya bisa meraup potensi hingga Rp120 miliar. Sayangnya, yang mengucur ke kas daerah saat ini hanya sekitar Rp50 miliar.

Hebatnya, meski pas-pasan, dana cukai tersebut langsung diprioritaskan oleh Bupati untuk menyokong program BPJS Kesehatan gratis demi menjamin layanan dasar warganya. Ke depan, ia sangat berharap pemerintah pusat bisa berlaku lebih adil dalam memperhatikan daerah penghasil.

Mendengar berbagai curhatan tersebut, Ning Lia tak tinggal diam. Sebagai wakil daerah di Senayan, ia berjanji akan mengambil peran untuk menuntaskan sumbatan komunikasi tersebut.

"Silaturahmi dan sinergi ini jadi bekal penting bagi kami. Kami di DPD RI siap menjadi corong dan menjembatani urusan ini, agar aspirasi Pamekasan benar-benar didengar serta dieksekusi dengan baik oleh pemerintah pusat," tegasnya memungkasi pertemuan. 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Cantik Lia Istifhama Kunjungi Pamekasan, Salut Ketangguhan Pemkab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now