Banner Iklan

Dosen UPN Veteran Jatim Latih Ibu PKK Desa Ngujuran Produksi Cokelat Siwalan Bernilai Ekonomi

Admin JSN
06 Juli 2026 | 10.55 WIB Last Updated 2026-07-06T04:04:58Z
Dokumentasi Pribadi


TUBAN | JATIMSATUNEWS.COM – Di tengah melimpahnya potensi buah siwalan di pesisir Kabupaten Tuban, masih banyak bagian buah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, dengan sentuhan inovasi sederhana, limbah buah siwalan berpotensi diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Tim dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar pelatihan pengolahan limbah buah siwalan menjadi cokelat siwalan bagi ibu-ibu PKK Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026 tersebut diikuti oleh 20 peserta dan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal.

Pelatihan merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Yesi Mustika Ningsih, Mirza Andrian Syah dan Khusniyah. Kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta yang antusias mengikuti materi maupun praktik pembuatan produk.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai potensi pengembangan usaha berbasis siwalan sekaligus praktik langsung pembuatan cokelat siwalan. Mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk diperkenalkan kepada peserta agar dapat diterapkan secara mandiri.

Yesi Mustika Ningsih menjelaskan bahwa produk cokelat siwalan memiliki proses pembuatan yang relatif mudah sehingga dapat menjadi alternatif usaha rumah tangga bagi masyarakat desa.

“Proses pembuatan cokelat siwalan cukup sederhana sehingga dapat dipraktikkan langsung oleh ibu-ibu di Desa Ngujuran. Kami berharap keterampilan ini dapat membuka peluang usaha baru yang mampu menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan, penyimpanan produk, hingga strategi pemasaran. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan produk olahan berbasis sumber daya lokal.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 85 persen setelah mengikuti pelatihan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan siwalan sebagai produk bernilai tambah.

Salah satu peserta, Hartatik, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai potensi buah siwalan yang selama ini kurang dimanfaatkan.

 “Selama ini kami menganggap siwalan tua sudah tidak memiliki manfaat dan biasanya hanya dibuang. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi tahu bahwa siwalan ternyata bisa diolah menjadi produk cokelat yang menarik dan memiliki nilai jual,” katanya.

Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 Tanpa Kemiskinan (No Poverty) melalui peningkatan keterampilan masyarakat yang dapat membuka peluang usaha dan menambah pendapatan keluarga. Selain itu, program ini juga mendukung SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap masyarakat mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga dan perekonomian desa.


Penulis: Yesi Mustika Ningsih

Dosen Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen UPN Veteran Jatim Latih Ibu PKK Desa Ngujuran Produksi Cokelat Siwalan Bernilai Ekonomi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now