 |
| Gambar 1. Tim pengabdian Fakultas Pendidikan Psikologi UM bersama siswa kelas V dan VI SDN 5 Jambangan, Dampit, Kabupaten Malang. (Dokumentasi Tim Pengabdian) |
DAMPIT, KABUPATEN MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Negeri 5 Jambangan, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menyasar siswa kelas V dan VI dan mengangkat tema pencegahan cyberbullying atau perundungan siber di kalangan anak sekolah dasar. Kegiatan diketuai oleh Rizka Fibria Nugrahani, S.Psi., M.Si., dan berjalan atas dukungan dana internal UM melalui skema Pengabdian Desantralisasi Fakultas Psikologi, dengan SDN 5 Jambangan sebagai mitra.
Di SD Negeri 5 Jambangan, tim memperkenalkan PUNAKAWAN, game edukasi berbasis web dan Android yang mereka kembangkan sendiri sebagai media pembelajaran tentang etika bermedia digital. Sebelum bermain game, siswa terlebih dulu diberi materi pengantar seputar bullying, cyberbullying, dan etika bermedia sosial. Setelah itu siswa memainkan PUNAKAWAN bersama-sama, didampingi langsung oleh tim dosen dan mahasiswa.
Dalam game PUNAKAWAN, siswa berperan sebagai salah satu dari dua tokoh dan dihadapkan pada berbagai situasi cyberbullying yang biasa terjadi di lingkungan mereka, seperti ejekan kepada teman di grup percakapan. Siswa diminta menentukan sikap dalam setiap situasi tersebut, mulai dari ikut-ikutan, diam saja, hingga membela dan berani melapor.
Secara desain, PUNAKAWAN dibangun sebagai board game digital berbasis cerita bercabang yang terbagi ke dalam tujuh pulau atau babak cerita, mulai dari perkenalan tokoh, suasana berangkat sekolah, lapangan bermain, grup percakapan, hingga alur cerita di Ruang Bimbingan Konseling. Setiap pilihan yang diambil siswa memengaruhi indikator “Perasaan Dino”, semacam penanda tingkat empati yang tampil di layar, sekaligus menentukan akhir cerita yang mereka peroleh. Jika siswa terus memilih diam, cerita akan berhenti pada babak “TAMAT”, sementara jika berani bersuara dan melapor ke Ruang BK, cerita berlanjut hingga akhir “SELAMAT!” sebagai Pahlawan Digital. Lewat dua alur akhir yang kontras ini, tim berharap game ini dapat memberikan pesan bahwa diam bukan solusi dan keberanian kecil bisa membawa perubahan, hal ini dialami sendiri oleh siswa lewat permainan.
 |
| Gambar 2. Dokumentasi Game Punakawan) |
Selama sesi bermain berlangsung, siswa terlihat antusias mengikuti jalan cerita. Mereka saling berdiskusi sebelum menentukan pilihan pada setiap babak permainan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan kuis berhadiah untuk mengulas kembali materi yang sudah disampaikan, sebelum sesi foto bersama.
Melalui kegiatan ini, tim berharap siswa tidak hanya mengetahui apa itu cyberbullying, tetapi juga memahami dampaknya bagi korban, mampu membedakan perilaku aman dan tidak aman di ruang digital, serta lebih berani melapor kepada orang dewasa saat mengalami atau menyaksikan perundungan siber.
 |
| Gambar 3. Siswa SD Negeri 5 Jambangan mengikuti sesi permainan game PUNAKAWAN. (Dokumentasi Tim Pengabdian) |
Dari sisi yang lebih luas, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera melalui penguatan kesejahteraan psikologis anak, serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas lewat penyediaan media pembelajaran karakter yang inklusif dan mudah diakses oleh siswa sekolah dasar.
 |
| Gambar 4. Tim pengabdi Fakultas Pendidikan Psikologi UM di depan SDN 5 Jambangan, Dampit, Kabupaten Malang. (Dokumentasi Tim Pengabdian) |
Sebagai tindak lanjut, tim menyerahkan game PUNAKAWAN beserta modul panduan penggunaannya kepada pihak sekolah, agar dapat terus dimanfaatkan guru maupun siswa setelah kegiatan ini selesai.
Penulis : Chalisa Meutia Aqila Putri
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?