PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Peluncuran dan distribusi perdana bahan bakar B50 mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Helmi Sudiono Fauzan. Sebagai legislator perempuan, ia menilai kehadiran B50 menjadi langkah positif dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Menurut Helmi, pemanfaatan bahan bakar berbasis sumber daya lokal ini menjadi inovasi yang patut diapresiasi. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor, B50 juga dinilai memiliki manfaat praktis bagi masyarakat, termasuk kaum perempuan yang setiap hari beraktivitas menggunakan kendaraan.
"Kalau B50 ini diluncurkan, sebagai perwakilan perempuan saya melihat ini sangat bagus sekali. Manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat, termasuk perempuan. Dengan adanya B50, masyarakat tidak perlu ribet dalam mencarinya apabila distribusinya berjalan dengan baik. Saya sangat senang karena sekarang B50 sudah hadir di tengah-tengah kita," ujar Helmi Sudiono Fauzan, Minggu (26/7/2026).
Meski demikian, Helmi mengingatkan bahwa pelaksanaan program tersebut tetap memerlukan evaluasi secara berkala agar manfaatnya semakin optimal. Menurutnya, setiap kebijakan baru tentu membutuhkan penyempurnaan seiring dengan implementasinya di lapangan.
"Tentu masih ada hal-hal yang perlu dievaluasi karena ini merupakan program yang baru diluncurkan. Evaluasi sangat penting agar ke depan pelaksanaannya semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas," tambahnya.
Helmi juga berharap distribusi B50 dapat menjangkau seluruh daerah secara merata sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar tersebut. Ia optimistis, jika implementasi berjalan sesuai harapan, B50 akan menjadi salah satu solusi dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk berbasis sumber daya dalam negeri.
Program B50 sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong transisi energi yang lebih berkelanjutan melalui peningkatan penggunaan biodiesel berbahan baku minyak sawit dalam negeri. Selain memperkuat ketahanan energi, kebijakan ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi petani sawit, mendukung industri nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?