Banner Iklan

Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model PR-PRIME: Strategi Manajemen Humas Membangun Positioning dan Daya Saing Perguruan Tinggi Islam

JSN Admin 2
01 Juli 2026 | 16.48 WIB Last Updated 2026-07-01T09:49:03Z
Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Gedung Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Dr. Siti Aminah, Dosen UIN KHAS Jember./dok.UIN Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya model baru di bidang strategi manajemen hubungan masyarakat (humas) perguruan tinggi Islam.

Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Gedung Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Siti Aminah, Dosen UIN KHAS Jember berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul 'Strategi Manajemen Hubungan Masyarakat dalam Membangun Positioning Institusi dan Daya Saing Perguruan Tinggi Islam (Studi Multisitus pada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan Universitas Muhammadiyah Jember)'.

Menjawab Tantangan Persaingan Perguruan Tinggi Islam

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya persaingan perguruan tinggi pada era global yang tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kemampuan institusi membangun reputasi, kepercayaan publik, positioning kelembagaan, dan daya saing yang berkelanjutan.

Perguruan tinggi Islam dituntut mampu mengelola hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan secara profesional melalui strategi komunikasi yang terencana, adaptif, dan berbasis nilai-nilai Islam.

Melalui penelitian multisitus di UIN KHAS Jember dan Universitas Muhammadiyah Jember, disertasi ini menemukan bahwa keberhasilan humas bukan sekadar diukur dari banyaknya publikasi atau aktivitas media, melainkan dari kemampuannya mengintegrasikan komunikasi strategis, branding institusi, penguatan jejaring stakeholder, transformasi digital, dan evaluasi berkelanjutan dalam mendukung pencapaian visi perguruan tinggi.

Lahirnya Model PR-PRIME sebagai Bangunan Konseptual Baru

Kontribusi utama penelitian ini adalah lahirnya PR-PRIME (Public Relations–Positioning and Reputation Integrated Management Excellence), yaitu model konseptual strategi manajemen hubungan masyarakat yang menempatkan humas sebagai fungsi manajemen strategis (strategic management function) dalam membangun positioning institusi dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi Islam.

Model PR-PRIME dibangun melalui sintesis enam komponen utama yang saling terintegrasi, yaitu:

Strategic Planning, berupa analisis lingkungan, pemetaan stakeholder, dan perumusan strategi humas yang selaras dengan visi dan rencana strategis institusi.

Institutional Branding, melalui penguatan identitas, citra, dan nilai-nilai keunggulan perguruan tinggi.

Stakeholder Engagement, dengan membangun kemitraan bersama mahasiswa, alumni, pemerintah, dunia usaha, media, masyarakat, dan mitra internasional.

Integrated Communication, melalui optimalisasi media massa, media sosial, website, publikasi ilmiah, event, dan komunikasi digital.

Reputation Management, yang diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan publik, reputasi akademik, dan keunggulan kompetitif institusi.

Evaluation and Continuous Improvement, berupa monitoring media, evaluasi kepuasan stakeholder, pengukuran indikator kinerja humas, serta penyempurnaan strategi secara berkelanjutan.

Model ini menunjukkan bahwa keberhasilan humas perguruan tinggi tidak dibangun melalui aktivitas komunikasi yang parsial, melainkan melalui sistem manajemen yang utuh, adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Karakteristik Model

Model PR-PRIME memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari model humas konvensional. Pertama, strategic, karena seluruh aktivitas humas berorientasi pada pencapaian visi institusi. Kedua, integrated, dengan menghubungkan branding, komunikasi, kemitraan, dan reputasi dalam satu sistem.

Ketiga, collaborative, karena melibatkan seluruh stakeholder internal dan eksternal. Keempat, adaptive, yakni mampu merespons perkembangan teknologi digital dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Kelima, evidence-based, melalui pengambilan keputusan berbasis data dan evaluasi. Keenam, Islamic value-based, yang menjadikan nilai amanah, siddiq, tabligh, fathanah, dan khidmah sebagai landasan etika komunikasi kelembagaan.

Unsur Pendukung Keberhasilan

Implementasi model PR-PRIME didukung oleh berbagai unsur internal dan eksternal. Unsur internal meliputi kepemimpinan rektor, kebijakan universitas, sumber daya manusia humas, budaya organisasi, sistem informasi, teknologi digital, dan dukungan anggaran.

Sementara itu, unsur eksternal mencakup media massa, pemerintah, dunia usaha dan industri, alumni, masyarakat, organisasi profesi, serta jejaring kerja sama nasional maupun internasional.

Seluruh unsur tersebut saling berinteraksi membentuk ekosistem komunikasi yang memperkuat positioning institusi dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi Islam.

Implementasi dan Indikator Keberhasilan

Implementasi model dilakukan melalui tahapan yang sistematis, dimulai dari analisis lingkungan strategis, perumusan strategi humas, pengembangan branding institusi, penguatan hubungan stakeholder, optimalisasi digital public relations, media engagement, monitoring reputasi, hingga evaluasi dan continuous improvement.

Keberhasilan model ditunjukkan oleh meningkatnya positioning institusi sebagai perguruan tinggi pilihan masyarakat, meningkatnya kepercayaan publik, bertambahnya jumlah mahasiswa baru, berkembangnya kerja sama nasional dan internasional, meningkatnya prestasi dosen dan mahasiswa, penguatan reputasi akademik, serta peningkatan daya saing kelembagaan di tingkat nasional maupun global.

Sintesis Dua Lokus Penelitian

Penelitian multisitus ini juga mengungkap karakteristik yang berbeda antara kedua perguruan tinggi. UIN KHAS Jember lebih menonjolkan pendekatan humas yang terstruktur, birokratis, dan berbasis regulasi Kementerian Agama dengan kekuatan pada reputasi akademik, riset, dan moderasi beragama.

Sebaliknya, Universitas Muhammadiyah Jember menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui digital marketing, inovasi layanan, serta penguatan jejaring kemitraan.

Meskipun demikian, sintesis kedua lokus menunjukkan pola yang sama, yakni bahwa keberhasilan membangun positioning institusi tidak ditentukan oleh intensitas publikasi semata, tetapi oleh integrasi kepemimpinan strategis, tata kelola humas, penguatan hubungan stakeholder, transformasi digital, budaya mutu, dan evaluasi berkelanjutan. Temuan ini menjadikan model PR-PRIME bersifat adaptif dan dapat diterapkan pada berbagai jenis perguruan tinggi Islam, baik negeri maupun swasta.

Memperkaya Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam

Secara akademik, penelitian ini memperkaya Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam, khususnya dalam kajian strategi manajemen hubungan masyarakat. Disertasi ini menegaskan bahwa humas merupakan bagian integral dari manajemen strategis yang berkontribusi terhadap pembangunan reputasi, penguatan identitas organisasi, peningkatan kepercayaan publik, dan penciptaan keunggulan kompetitif lembaga pendidikan tinggi Islam.

Perspektif Islam

Dalam perspektif Islam, strategi hubungan masyarakat merupakan implementasi nilai amanah, tabligh, sidq, fathanah, dan ihsan dalam membangun komunikasi kelembagaan. Allah SWT berfirman:

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik..." (QS. Al-Isra': 53).

Ayat tersebut menegaskan bahwa komunikasi yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, humas perguruan tinggi Islam tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan komunikasi yang jujur, transparan, bertanggung jawab, dan membawa kemaslahatan bagi umat.

Prof. Sutiah menegaskan bahwa lahirnya model PR-PRIME semakin memperkuat posisi Program Studi Doktor MPI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pusat pengembangan teori, model, dan inovasi di bidang Manajemen Pendidikan Islam yang berakar pada praktik-praktik terbaik (best practices) lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Model ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menawarkan kerangka implementatif yang dapat dijadikan rujukan oleh perguruan tinggi Islam, baik negeri maupun swasta, dalam membangun reputasi institusi, memperkuat positioning, meningkatkan kepercayaan publik, serta mewujudkan daya saing yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami mengucapkan selamat kepada Dr. Siti Aminah atas capaian akademik yang membanggakan ini. Semoga hasil penelitian dan model PR-PRIME yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang luas, menjadi inspirasi bagi pengembangan manajemen hubungan masyarakat di perguruan tinggi Islam, serta memperkuat kontribusi Program Studi Doktor MPI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam melahirkan inovasi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan tinggi di era global," tutup Prof. Sutiah. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model PR-PRIME: Strategi Manajemen Humas Membangun Positioning dan Daya Saing Perguruan Tinggi Islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now