Banner Iklan

Sekda Kabupaten Blitar Hj. Khusna Lindarti Bagikan Tips Sukses Ibadah Haji Bareng Suami

Anis Hidayatie
01 Juli 2026 | 16.51 WIB Last Updated 2026-07-01T09:52:03Z

 


Hj. Khusna bagi Tips Romantis Menjalani Ibadah Haji Bersama Pasangan, Istri Sekda Blitar: Kunci Utamanya Kompak dan Saling Menguatkan

BLITAR| JATIMSATUNEWS.COM: Menjalani ibadah haji bersama pasangan menjadi impian banyak keluarga Muslim. Namun, di balik kekhusyukan dan kebahagiaan tersebut, terdapat berbagai tantangan yang membutuhkan kekompakan, kesabaran, dan saling pengertian antara suami dan istri.

Hal itu diungkapkan oleh istri Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, H. Bambang Priyadi, yakni Hj. Khusna Lindarti, saat ditemui di kediamannya di Tegal Rejo, Kecamatan Selopuro, Wlingi, Rabu (1/7/2026).

Dalam wawancara tersebut, Hj. Khusna membagikan pengalaman dan tips menjalani ibadah haji bersama suami, mulai dari tantangan saat berada di Madinah hingga momen-momen romantis dan penuh makna spiritual di Tanah Suci.

Menurutnya, semangat suami dalam menjalani ibadah haji memang memiliki karakter tersendiri, sehingga dibutuhkan pemahaman dan komitmen untuk tetap berjalan bersama dalam setiap proses ibadah.

"Suami itu memang semangatnya berbeda. Tetapi sebagai pasangan, kita tidak hanya punya misi untuk sampai ke Tanah Suci saja, melainkan bagaimana semuanya bisa dilakukan bersama-sama, saling mendampingi, dan menikmati perjalanan ibadah itu bersama," ungkapnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar justru terjadi saat berada di Madinah. Sistem akomodasi dan kondisi lapangan sering kali membuat pasangan suami istri tidak bisa selalu bersama setiap waktu.

"Di Madinah itu tantangannya besar. Tidak mungkin selalu sekamar, meskipun satu hotel. Untuk janjian bertemu saja kadang sulit karena situasi yang berbeda. Itu menjadi ujian tersendiri agar tetap bisa bersama dan saling menjaga komunikasi," tuturnya.

Berbeda dengan di Madinah, menurut Hj. Khusna, suasana di Makkah memberikan kesempatan lebih luas bagi pasangan untuk menjalani ibadah bersama, mulai dari tawaf, salat berjamaah, hingga aktivitas menuju Masjidil Haram.

"Kalau di Makkah masih sangat mungkin untuk selalu bersama. Bisa tawaf bersama, berjalan ke masjid bersama, dan melakukan ibadah dengan lebih leluasa. Itu menjadi momen yang sangat indah dan, kalau boleh dibilang, lebih romantis karena semuanya dilakukan atas dasar ibadah kepada Allah," katanya sambil tersenyum.

Hj. Khusna juga menekankan pentingnya kesadaran bahwa pasangan merupakan satu tim dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji. Menurutnya, kondisi fisik yang lelah dan berbagai tantangan di lapangan harus dihadapi dengan saling memahami dan tidak mudah menyalahkan satu sama lain.

"Kita harus menyadari bahwa kita ini bersama. Apa pun kondisinya, tantangan pasti ada. Kalau tidak siap secara mental dan tidak saling memahami, bisa saja muncul persoalan-persoalan yang sebenarnya tidak perlu terjadi," ujarnya.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika harus membawa sepatu suaminya saat keduanya sempat terpisah di area ibadah karena jalur laki-laki dan perempuan yang berbeda.

Dalam momen tersebut, ia melihat banyak jamaah yang menangis dan berdoa dengan penuh kekhusyukan. Pemandangan itu membuatnya ikut larut dalam suasana spiritual yang mendalam.

"Saya melihat orang-orang menangis saat berdoa. Saya berpikir, saya juga ingin berdoa seperti mereka. Saya pun berdoa kepada Allah dengan khusyuk, karena memang pintu laki-laki dan perempuan terpisah," kenangnya.

Usai memanjatkan doa, sebuah momen yang tidak terlupakan pun terjadi. Dari kejauhan, ia melihat sosok suaminya yang melambaikan tangan.

"Setelah selesai berdoa, saya melihat suami melambai dari kejauhan. Rasanya bahagia sekali, seperti mendapatkan jawaban atas doa yang baru saja dipanjatkan," tuturnya.

Bagi Hj. Khusna, pengalaman tersebut mengajarkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual pribadi, melainkan juga perjalanan cinta dan kebersamaan antara suami dan istri yang diuji dengan kesabaran, pengorbanan, dan ketulusan.


Ia berharap kisah dan pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi pasangan suami istri yang akan menunaikan ibadah haji agar selalu menjaga kekompakan dan menjadikan setiap tantangan sebagai bagian dari proses mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Yang paling penting adalah niat bersama, saling menguatkan, dan memahami bahwa semua ujian selama berhaji adalah cara Allah mendewasakan dan mempererat hubungan kita sebagai pasangan," ujar Hj Khusna ramah.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sekda Kabupaten Blitar Hj. Khusna Lindarti Bagikan Tips Sukses Ibadah Haji Bareng Suami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now