Banner Iklan

Doktor MPI UIN Malang Hasilkan HDSL Model: Kepemimpinan Kepala Madrasah Berbasis Integrasi Data Digital dan Nilai-Nilai Pesantren

M. Kholilur Rohman
09 Juli 2026 | 10.50 WIB Last Updated 2026-07-09T03:51:02Z

 

Foto: Dokumentasi bersama dewan penguji 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program  Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghasilkan inovasi konseptual dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam. Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Kamis, 9 Juli 2026, di Gedung Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Muhammad Faishal Haq berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Model Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Pengambilan Keputusan Berbasis Integrasi Data Digital dan Nilai-Nilai Pesantren (Studi Kasus di MTs Sains Shalahuddin Wahid Jombang)."

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh semakin pesatnya transformasi digital yang mengubah paradigma tata kelola pendidikan Islam. Kepala madrasah tidak lagi cukup mengandalkan intuisi dan pengalaman dalam mengambil keputusan, tetapi dituntut mampu memanfaatkan data digital sebagai dasar pengambilan keputusan yang objektif, cepat, dan akurat.

Di sisi lain, madrasah berbasis pesantren memiliki karakteristik khas yang menempatkan nilai-nilai pesantren sebagai landasan moral dan spiritual dalam setiap kebijakan. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan penelitian sebelumnya yang lebih banyak membahas digital leadership, data-driven decision making, atau kepemimpinan pendidikan Islam secara terpisah, namun belum mengungkap bagaimana integrasi antara data digital dan nilai-nilai pesantren membentuk model kepemimpinan kepala madrasah dalam pengambilan keputusan.

Transformasi Kepemimpinan Kepala Madrasah di Era Digital

Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan kepala madrasah di MTs Sains Shalahuddin Wahid tidak sekadar memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen administratif, tetapi berkembang menjadi sistem kepemimpinan yang mengintegrasikan data digital, budaya organisasi pesantren, dan nilai-nilai Islam dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Penelitian ini membuktikan bahwa kepala madrasah berperan sebagai strategic leader, digital decision leader, sekaligus spiritual leader yang mampu mengintegrasikan bukti empiris (evidence), teknologi digital, musyawarah, amanah, tabayyun, serta kemaslahatan dalam tata kelola madrasah. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga memiliki legitimasi etik dan spiritual sesuai karakteristik pendidikan pesantren.

Sintesis Temuan Penelitian

Kontribusi ilmiah utama penelitian ini adalah lahirnya Hybrid Data–Spiritual Decision Leadership (HDSL) Model sebagai sintesis dari tiga temuan utama penelitian.

Temuan pertama adalah SMART-Lead Model (Spiritual, Media-Digital, Adaptive, Responsive, and Technology Leadership), yaitu model kepemimpinan kepala madrasah yang dibangun melalui integrasi kepemimpinan spiritual, pemanfaatan media dan data digital, kemampuan adaptif terhadap perubahan, responsivitas terhadap kebutuhan organisasi, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola madrasah. Model ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah tidak hanya ditentukan oleh kompetensi digital, tetapi juga oleh internalisasi nilai-nilai pesantren yang membentuk orientasi kepemimpinan.

Temuan kedua adalah DECIDE Model (Data-Based Analysis, Electronic Communication, Collaborative Discussion, Integrated Information, Digital Capacity Building, and Evaluative Decision Making), yaitu mekanisme pengambilan keputusan yang dimulai dari analisis data berbasis bukti, komunikasi elektronik, musyawarah kolaboratif, integrasi informasi, penguatan kapasitas digital sumber daya manusia, hingga evaluasi berkelanjutan. Model ini menjelaskan bagaimana data digital diintegrasikan secara harmonis dengan nilai amanah, tabayyun, syūrā, dan tanggung jawab dalam proses pengambilan keputusan.

Temuan ketiga adalah TRUST-DQ Model (Transparency, Responsiveness, Upgraded Learning Quality, Smart Administration, Technology Culture, and Digital Quality), yaitu implikasi pengambilan keputusan berbasis integrasi data digital dan nilai-nilai pesantren terhadap peningkatan mutu madrasah. Model ini menunjukkan bahwa keputusan yang tepat mampu meningkatkan transparansi tata kelola, responsivitas pelayanan, mutu pembelajaran, administrasi cerdas, budaya teknologi, dan kualitas tata kelola digital madrasah.

Ketiga temuan tersebut kemudian diintegrasikan menjadi Hybrid Data–Spiritual Decision Leadership (HDSL) Model, yaitu model kepemimpinan kepala madrasah yang menghubungkan kapasitas kepemimpinan (SMART-Lead), mekanisme pengambilan keputusan (DECIDE), dan peningkatan mutu madrasah (TRUST-DQ) dalam satu kerangka kepemimpinan yang berbasis integrasi data digital dan nilai-nilai pesantren.

Perspektif Islam dan Tradisi Pesantren

Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan kepemimpinan di MTs Sains Shalahuddin Wahid tidak hanya dipengaruhi oleh penerapan teknologi digital, tetapi juga oleh kuatnya budaya Pesantren Tebuireng sebagai lingkungan yang membentuk karakter kepemimpinan kepala madrasah.

Nilai-nilai amanah, tabayyun, musyawarah (syūrā), integritas, mas'uliyyah (tanggung jawab), dan maslahah menjadi fondasi dalam penggunaan data digital. Data tidak langsung dijadikan dasar keputusan, tetapi terlebih dahulu diverifikasi (tabayyun), dimusyawarahkan bersama, dan untuk kebijakan strategis tetap memperhatikan arahan serta nilai-nilai yang dikembangkan dalam tradisi pesantren.

Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kultur Tebuireng yang mengembangkan tafaqquh fi al-din, kepemimpinan yang terbuka, tradisi musyawarah, dan wawasan kebangsaan membentuk pola kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas keislaman.

Dalam perspektif penelitian ini, nilai-nilai pesantren membentuk orientasi kepemimpinan; kepemimpinan mengarahkan pemanfaatan data digital; data digital meningkatkan kualitas pengambilan keputusan; keputusan memperkuat tata kelola dan mutu madrasah; mutu meningkatkan kepercayaan masyarakat; dan kepercayaan menjadi modal strategis bagi keberlanjutan lembaga pendidikan Islam.

Kontribusi terhadap Manajemen Pendidikan Islam

Disertasi ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan kajian: Kepemimpinan Pendidikan Islam; Digital Leadership dalam Pendidikan Islam; Data-Driven Decision Making; Management Information System (MIS); Manajemen Mutu Pendidikan Islam; Tata Kelola Madrasah Berbasis Digital;Kepemimpinan Pesantren dan Transformasi Organisasi Pendidikan.

Secara teoretis, penelitian ini memperluas teori Transformational Leadership, Digital Leadership, dan Data-Driven Decision Making melalui integrasi dengan nilai-nilai pesantren dalam konteks kepemimpinan kepala madrasah. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang menjelaskan bagaimana data digital dan nilai-nilai pesantren tidak dipertentangkan, tetapi diintegrasikan secara harmonis dalam proses pengambilan keputusan.

Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi ilmiah yang dihasilkan dalam disertasi tersebut.

Menurut beliau, transformasi digital pada lembaga pendidikan Islam tidak cukup hanya ditopang oleh penguasaan teknologi, tetapi juga memerlukan kepemimpinan yang memiliki fondasi nilai dan budaya organisasi yang kuat.

"Hybrid Data–Spiritual Decision Leadership (HDSL) Model yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital di madrasah tidak boleh memutus akar nilai-nilai pesantren. Data digital menjadi sumber informasi yang mempercepat dan meningkatkan kualitas keputusan, sedangkan nilai-nilai pesantren menjadi kompas moral yang menjaga agar setiap keputusan tetap amanah, objektif, partisipatif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Model ini merupakan kontribusi penting bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan Islam di era digital," ungkap Prof. Sutiah.

Beliau berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi kepala madrasah, pengelola pesantren, Kantor Kementerian Agama, pengambil kebijakan, serta akademisi Manajemen Pendidikan Islam dalam mengembangkan tata kelola madrasah yang adaptif terhadap transformasi digital tanpa kehilangan identitas, nilai, dan tradisi pesantren, sehingga mampu menjawab tantangan Pendidikan sesui zamanya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Doktor MPI UIN Malang Hasilkan HDSL Model: Kepemimpinan Kepala Madrasah Berbasis Integrasi Data Digital dan Nilai-Nilai Pesantren

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now