Banner Iklan

Desa Ketawang Gondanglegi Bangun Kekuatan Ekonomi Mandiri Lewat Jaringan UMKM yang Masif

Admin JSN
29 Juli 2026 • 21.23 WIB
Masyarakat Ketawang Tandang Nerawang Masa Depan: Sinergi nyata wujudkan desa mandiri melalui kekuatan UMKM dan BUMDes.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Geliat ekonomi di Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, patut diacungi jempol. Di saat banyak wilayah memusatkan pembangunan ekonomi hanya pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa berpenduduk 4.074 jiwa ini justru membuktikan bahwa kemandirian bisa lahir langsung dari tangan warganya melalui ratusan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dari pemetaan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Ketawang, aktivitas ekonomi warga yang tersebar di dua dusun, empat RW, dan 33 RT ini rupanya sangat komplet. Masyarakat tidak hanya bergelut di industri batu bata, pengolahan telur asin, makanan ringan, dan kayu triplek. Lebih dari itu, warga juga sukses mengembangkan aneka usaha kuliner, warung makan, kedai kopi, toko kelontong, hingga perdagangan umum.

Sektor jasanya pun tak kalah mentereng. Bengkel sepeda motor, audio dan variasi mobil, servis elektronik, toko alat tulis, aluminium dan kaca, konveksi, hingga industri interior rumah tumbuh subur di desa ini.

Dampaknya luar biasa. Roda ekonomi dan perputaran uang di Ketawang terus berjalan setiap harinya. Kebutuhan warga mulai dari urusan perut, jasa, hingga material konstruksi bisa dipenuhi oleh tetangga sendiri, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh membelanjakan uangnya ke luar daerah. Daya tahan ekonomi lokal pun menjadi sangat kuat.

Melihat fenomena ini, Ketua Tim Pengembang Kawasan Ekonomi Terpadu Gondanglegi, Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag., menyebut bahwa keberagaman UMKM di Ketawang adalah modal sosial yang sangat langka dan berharga.

"Yang perlu dibangun bukan lagi sekadar menambah jumlah UMKM, tetapi menghubungkan seluruh pelaku usaha menjadi satu ekosistem ekonomi. Warung membeli produk warga, toko menjual hasil industri rumah tangga, jasa mendukung distribusi, BUMDes menjadi agregator, sedangkan koperasi desa memperluas akses pasar dan pembiayaan. Di situlah ekonomi komunitas bekerja," tegas Prof. Fauzan.

Lebih lanjut, Prof. Fauzan memaparkan besarnya peluang rantai ekonomi di Ketawang. Hasil bumi masyarakat bisa diolah, lalu dipasarkan langsung melalui swalayan milik BUMDes, yakni Tawang Gross, maupun dititipkan di jaringan toko kelontong desa. Saling silang kebutuhan antarwarga inilah yang menjaga nilai tambah (keuntungan) tetap mengendap di dalam desa.

Potensi raksasa ini juga makin mantap berkat kehadiran BUMDes Ketawang yang aktif mengelola empat pilar usaha: Unit Pengelolaan Air Bersih, Swalayan Tawang Gross, Unit Pengelolaan Sampah, dan Unit Pengelolaan Pertanian. Ke depannya, BUMDes akan didorong untuk naik kelas, tidak cuma berdagang, tapi menjadi business hub yang menjembatani produksi warga dengan akses pasar, logistik, dan permodalan.

Dalam cetak biru Kawasan Ekonomi Terpadu Gondanglegi, Desa Ketawang kini diproyeksikan sebagai klaster pendidikan, agroindustri, dan jasa. Sinergi lintas elemen mulai dari UMKM, BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, kelompok perempuan, pemuda, hingga pemerintah desa terus dipacu.

Bagi Desa Ketawang, masa depan yang cerah ternyata tidak selalu harus menunggu datangnya investor besar. Masa depan itu sedang mereka bangun sendiri lewat semangat kolektif dan sinergi UMKM demi mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Desa Ketawang Gondanglegi Bangun Kekuatan Ekonomi Mandiri Lewat Jaringan UMKM yang Masif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?