Banner Iklan

Bersih Dusun ke-151 Umbulrejo, Wujud Syukur, Toleransi, dan Pelestarian Alam

Admin JSN
30 Juli 2026 • 16.07 WIB

 

Puncak acara tradisi tahunan Tasyakuran Bersih Dusun ke-151 Dusun Umbulrejo, Kabupaten Malang.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kegiatan Tasyakuran/Bersih Dusun ke-151 Dusun Umbulrejo telah dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026) di Balai Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Saat itu kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat berbalut semangat kebersamaan. Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi tradisi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi wujud nyata kerukunan antarumat beragama yang telah lama terjalin di tengah masyarakat.

Desa Sidodadi dikenal sebagai salah satu Kampung Moderasi Beragama percontohan nasional yang diresmikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Predikat tersebut diberikan karena masyarakatnya mampu menjaga kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman agama dan budaya. Gagasan pembentukan Kampung Moderasi Beragama di Desa Sidodadi, khususnya wilayah Dusun Umbulrejo, pertama kali dicetuskan oleh Shohibul Izar, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, sebagai upaya memperkuat nilai toleransi dan persatuan di lingkungan masyarakat.

Semangat tersebut tercermin dalam pembukaan rangkaian kegiatan Bersih Dusun ke-151 melalui doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh tokoh agama Islam, Hindu, dan Kristen. Masing-masing pemuka agama memanjatkan doa menurut keyakinannya sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar Dusun Umbulrejo senantiasa diberikan kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan. Suasana yang penuh kekhidmatan menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling menghormati dan hidup berdampingan.

Dalam khutbahnya saat itu Pendeta Suwaji menyampaikan pesan mengenai pentingnya membangun toleransi melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. "Mari kita mulai dari hal-hal kecil, seperti menyapa sesama sebagai bentuk toleransi. Tanpa adanya rasa toleransi dan saling menghargai, kita tidak akan mampu menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis," ujarnya.

Mengenang, kegiatan tersebut Shohibul Izar dalam wawancara Kamis 30/7/2028 menjelaskan bahwa esensi Bersih Dusun bukan hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga momentum untuk mensyukuri nikmat yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

"Masyarakat patut bersyukur memiliki lingkungan yang nyaman dengan berbagai potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan. Semua itu merupakan hasil jerih payah para leluhur yang dahulu merintis dan membuka wilayah Dusun Umbulrejo," jelas Gus Izar.

Ia juga menegaskan bahwa nilai terpenting dari Bersih Dusun adalah menjaga tradisi budaya masyarakat yang guyub, rukun, dan bergotong royong. "Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi warisan sosial yang perlu terus dipelihara oleh generasi penerus agar identitas budaya masyarakat tetap lestari," lanjutnya.

Lebih lanjut, Shohibul Izar mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam secara bijaksana tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam harus berjalan seiring dengan upaya menjaga ekologi sehingga tidak menimbulkan eksploitasi yang merusak alam maupun menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.


OLEH : Aisyah Itsnaini Nur Hasanah


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bersih Dusun ke-151 Umbulrejo, Wujud Syukur, Toleransi, dan Pelestarian Alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?