![]() |
| BEMPTNU Tapal Kuda menanggapi insiden peluru nyasar di Alastlogo yang belum terungkap, mendesak penyelidikan transparan dilakukan Polres Pasuruan Kota./dok.istimewa |
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEMPTNU) Tapal Kuda menanggapi insiden peluru nyasar yang meneror warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Menurut informasi yang mereka serap, insiden tersebut kian memicu keresahan luas. Namun hingga kini, teka-teki mengenai asal-usul peluru tersebut belum juga terungkap.
Ini memancing desakan kuat dari berbagai elemen masyarakat termasuk BEMPTNU Tapal Kuda, agar segera terungkap secara transparan.
Melalui informasi yang dihimpun, sebutir peluru nyasar menembus atap rumah Ketua RT 1, Sulihin, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat kejadian, Sulihin tengah berada di ruang televisi bersama istri dan anak bungsunya. Beruntung, sang istri baru saja beranjak meninggalkan dapur setelah memasak.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara benturan keras. Setelah dicek, sebuah proyektil peluru tajam telah menembus atap dan jatuh tepat di area kompor. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.
Merespons lambatnya titik terang dari kasus ini, Koordinator BEMPTNU Tapal Kuda mendesak aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk segera mengusut tuntas asal-usul peluru nyasar tersebut.
Menurutnya, peristiwa jatuhnya peluru di permukiman warga ini bukanlah yang pertama kali terjadi, sehingga tidak boleh dianggap sebagai kelalaian biasa.
"Bukan hanya kerusakan rumah yang ditimbulkan, tetapi juga rasa takut dan ancaman terhadap keselamatan masyarakat di ruang privat mereka. Kali ini memang beruntung tidak ada korban jiwa, namun kejadian seperti ini sangat berpotensi merenggut nyawa apabila tidak segera ditangani secara serius," tegas Koordinator BEMPTNU Tapal Kuda.
Desakan BEMPTNU Tapal Kuda semakin menguat menyusul adanya klarifikasi resmi dari Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 3 Grati instansi militer yang lokasinya berdekatan dengan desa tersebut.
Pihak Puslatpur telah menyatakan bantahan dan menyebut bahwa proyektil yang ditemukan di rumah warga itu tidak sesuai dengan jenis amunisi yang mereka gunakan dalam latihan.
Menyikapi bantahan dari institusi militer tersebut, Koordinator BEMPTNU Tapal Kuda menegaskan bahwa bola panas penyelidikan kini sepenuhnya berada di tangan kepolisian. Jika benar peluru itu bukan milik aparat, maka polisi harus segera menangkap siapa aktor tak bertanggung jawab yang telah menebar teror di permukiman padat penduduk.
"Bantahan dari Puslatpur harus dibuktikan secara saintifik melalui uji Labfor. Kami mendesak Polres Pasuruan Kota agar segera melakukan identifikasi uji balistik secara menyeluruh terhadap asal peluru dan senjata yang digunakan," bebernya.
![]() |
| Peluru nyasar menembus atap rumah warga Pasuruan yang menimbulkan rasa tidak aman./dok.istimewa |
BEMPTNU Tapal Kuda menuntut agar hasil identifikasi dan seluruh perkembangan penyelidikan diumumkan secara terbuka kepada publik.
"Transparansi ini mutlak diperlukan sebagai bentuk akuntabilitas, serta untuk memutus rantai spekulasi dan memberikan kepastian hukum maupun jaminan rasa aman bagi masyarakat Alastlogo," tandas koordinatornya. ***
Editor: YAN
Baca juga: BEM Pasuruan Raya Tanggapi Peluru Nyasar, Ancam Turun Jalan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?