![]() |
| 12 ketua ranting dan anak ranting Fatayat Widodaren dilantik oleh PCFNU Ngawi untuk menguatkan konsolidasi roda organisasi./dok.istimewa |
NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Pelantikan Ketua PR dan PAR Fatayat NU Widodaren Ngawi sukses dan dihadiri langsung oleh Ulin Nimah, S.Pd.I. selaku Ketua PCFNU Ngawi, Yustin Nikma Sahara, S.Pd.I. selaku sekretaris PCFNU Ngawi, dan apt. Nushfa Shofwah, S.Farm. selaku Bendahara PCFNU Kabupaten Ngawi.(5/7/2026)
Sebanyak 12 Ketua Ranting dan anak Ranting dilantik dengan ikrar khidmah setelah mengucapkan 2 kalimat syahadat. Hal ini sampai membuat tegak bulu roma Rais Syuriyah MWCNU Widodaren Ngawi, Kyai Mochtar Khudlori akibat rasa yang dalam, kecintaan terhadap organisasi Nahdlatul Ulama.
"Ayo semangat Ketua Ranting dan Anak Ranting engkang sampun dilantik. Jangan karena sudah dilantik jadi ketua lalu ingin dihormati. Mari kita khidmah di NU dengan semangat tulus ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan," tutur Ketua PAC Fatayat NU Widodaren, Siti Solekhah.
Di sisi lain, Ning Ulin Ni'mah menyebutkan, semangat pelantikan menjadi tonggak perjuangan baru bagi Fatayat Widodaren. Di mana di tingkat akar rumput adalah wilayah nyata untuk membumikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Sehingga diharapkan keselarasan dalam konsolidasi roda organisasi, dalam program khidmah sederhana, namun menyentuh atau berdampak nyata.
Berikut daftar Ketua Ranting dan Anak Ranting Fatayat NU di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi Jawa Timur:
1. Siti Zumrotul Mukminat Ketua PR Fatayat NU Kauman.
2. Ikfi Cholifatul Lutfiah Ketua PR Widodaren
3. Rita Tristina Ketua PR Kedunggudel
4. Rina Eka Safitri Ketua PR Gendingan
5. Yuli Setyowati Ketua PR Karangbanyu
6. Purnatul Amanah Ketua PR Sekaralas
7. Ermawati Ketua PAR Ngampon
8. Khoirun Ngazizah Ketua PR Sidomakmur
9. Surini Ketua PR Sidolaju
10. Erma Rahayu Ketua PR Walikukun
11. Sriatun Ketua PR Sekarputih
12. Ika Murtiani Ketua PR Kayutrejo.
Menariknya, acara pelantikan ini diselenggarakan bersamaan dengan Pengajian Rutinan PAC Fatayat NU Widodaren yang menghadirkan mubaligh dari Tugu Sidolaju, Ustadz Nur Hadi. Sehingga sekaligus memberikan siraman rohani bagi jamaah yang hadir.
"Dunia itu tempatnya masalah dan masalah tidak dapat diselesaikan oleh manusia. Kita bisa meneladani dzikir yang menjadi penyebab diayomi oleh Gusti Allah SWT. Seperti dzikirnya Nabi Ibrahim; Hasbunallah wa nikmat wakil. Lalu dzikirnya Nabi Zunus saat 40 hari di dalam perut ikan; Laillahailla anta subkhanaka," terang Ustadz Nur Hadi yang dalam kesehariannya mengajar di YPI Syech Salaubina Tugu Sidolaju, Widodaren Ngawi.
Acara pelantikan sekaligus pengajian Fatayat NU Widodaren Ngawi ini menjadi momentum untuk senantiasa berkontribusi dalam organisasi secara ikhlas dan terstruktur antara Banom dan Lembaga. Sehingga mampu terwujud ekosistem yang terkonstitusi dengan ilmu, serta berani kritis pada hal-hal yang tidak relevan dengan nilai-nilai dalam Ahlussunnah wal Jama’ah.(Qony)
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?