UKK Sparta Malang: Ketika Kelulusan Tidak Hanya Soal Nilai
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: WMR (Waka Meeting Room) Sparta Malang tampak lebih hidup dari biasanya pada Rabu pagi. Sesaat setelah apel guru yang menjadi rutinitas harian, para guru berkumpul dalam sebuah forum yang tidak sekadar rapat biasa. Hari itu adalah momentum evaluasi UKK (Ujian Komprehensif Kelulusan), salah satu program unggulan Sparta yang menjadi penanda kualitas lulusan setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
Suasananya gayeng. Sesekali diselingi canda, namun tetap sarat keseriusan. Sebab yang dibahas bukan sekadar angka dan nilai, melainkan masa depan para siswa yang telah berproses panjang di Sparta.
UKK Sparta memang berbeda. Jika banyak sekolah mengukur kelulusan hanya melalui ujian akademik, Sparta memilih jalan yang lebih komprehensif. Setiap siswa kelas IX diuji melalui berbagai aspek kehidupan yang relevan dengan tantangan nyata di masyarakat.
Di bidang diniyah misalnya, para siswa tidak hanya dituntut memahami teori. Mereka harus mampu mempraktikkan perawatan jenazah, menghafal 100 hadis adab harian, hingga membaca kitab kuning Fathul Qorib di hadapan para penguji yang berasal dari Pondok Pesantren Sidogiri dan akademisi UIN Malang dengan Bahasa Inggris (Bilingual). Dan ini telah diakui Ponpes Sidogiri bahwa Sparta Malang adalah pioneer inisiator membaca kita kuning dengan bilingual pertama dengan memakai metode Al-Miftah Sidogiri. Dan kedepan siap dikembangkan sidogiri berkolaborasi dengan Sparta (SMP Arrohmah Putra Malang). Baarokallah…
Pada bidang Bahasa Inggris, siswa diuji kemampuan berbicara di depan umum melalui speech, kemampuan komunikasi aktif, hingga penguasaan TOEFL sebagai bekal menghadapi dunia yang semakin global.
Sementara itu, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, kreativitas dan kemampuan berpikir kritis menjadi fokus utama. Para siswa menyampaikan pidato, mempresentasikan karya ilmiah populer, sekaligus menghasilkan karya literasi berupa sepuluh judul cerpen yang telah dibukukan dan dicetak ber-QRSBN. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan siswa, tetapi juga menjadi bukti nyata budaya literasi yang tumbuh di Sparta.
Tidak kalah menarik, bidang IPA menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan. Para siswa melakukan penelitian sederhana dengan merawat tanaman anggrek, mengamati perkembangannya melalui proses riset, kemudian mempresentasikan hasilnya di hadapan guru dan orang tua dengan Bahasa Inggris. Mereka juga menghasilkan berbagai karya handycraft yang menunjukkan kreativitas sekaligus keterampilan praktis.
Di sisi lain, pembentukan karakter kepemimpinan juga menjadi perhatian serius. Melalui berbagai program LDKS, baik di lingkungan kelembagaan Hidayatullah maupun pelatihan kepemimpinan lainnya, siswa ditempa untuk menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Rapat evaluasi dibuka oleh Ketua Pelaksana UKK, Ustadz Arfiandi, yang mengajak seluruh tim untuk melihat capaian dan tantangan secara objektif. Semangat evaluasi kemudian semakin menguat saat Ustadz M. Zaki Hidayat selaku Steering Committee memberikan pengantar dan arah pengembangan program ke depan.
Satu demi satu bidang memaparkan hasil evaluasi. Diskusi berlangsung hangat. Ada apresiasi, ada kritik, ada usulan perbaikan. Bahkan beberapa kali terjadi "adu argumen sehat" yang menunjukkan betapa besarnya kepedulian para guru terhadap kualitas pendidikan di Sparta.
Waktu pun terasa berjalan begitu cepat. Tanpa terasa adzan Zuhur berkumandang. Setelah jeda ISHOMA, forum kembali dilanjutkan hingga pukul 14.30 WIB.
Pada sesi penutupan, Kepala Sekolah Sparta Malang, Ustadz Syarif Hidayatullah, menyampaikan pesan yang menjadi energi bersama bagi seluruh guru.
"Kita tidak boleh puas dengan capaian hari ini. Sparta harus terus bergerak, terus belajar, dan terus berinovasi. Karena tugas kita bukan sekadar meluluskan siswa, tetapi memastikan mereka siap melangkah menuju masa depan dengan ilmu, karakter, dan rasa percaya diri yang kuat."
Pesan tersebut menjadi penegas bahwa setiap program yang dijalankan Sparta selalu berorientasi pada kualitas dan kebermanfaatan. UKK bukan sekadar ujian akhir, melainkan ikhtiar bersama untuk memastikan setiap siswa benar-benar siap menghadapi kehidupan setelah lulus.
Melalui evaluasi yang mendalam dan semangat perbaikan berkelanjutan, Sparta Malang kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pelajaran di kelas, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, berilmu, berkarya, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Karena bagi Sparta, kelulusan bukanlah garis akhir. Kelulusan adalah gerbang pertama menuju masa depan yang lebih besar. SPARTA JAYA! By ZLion



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?