Irfan UMKM Tempe Parerejo Pasuruan bersama istri, ikut pameran.
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Di tengah berbagai dinamika global yang memengaruhi kondisi ekonomi, rasa aman, stabilitas, dan kepercayaan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan usaha rakyat. Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), stabilitas bukan hanya soal keamanan negara, tetapi juga tentang kepastian yang memungkinkan roda ekonomi tetap berputar.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Irfan, pelaku UMKM olahan tempe asal Kampung Tempe, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Bersama sang istri, Novie Purwanti, ia terus berjuang mempertahankan usahanya di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Setiap hari, keluarga ini memproduksi berbagai olahan tempe yang dipasarkan ke sejumlah titik penjualan, termasuk di kawasan Masjid Cheng Ho Pandaan.
L
Namun, menurut Novie, situasi saat ini menuntut pelaku usaha untuk lebih banyak bertahan dan beradaptasi.
“Sebagai pelaku UMKM pembuat tempe, kami sekarang mode bertahan. Harga tetap, soalnya kalau naik tidak ada yang melirik. Omzet juga agak selow, jadi yang bisa dikerjakan sendiri ya dikerjakan sendiri sebagai bentuk efisiensi,” ujar Novie.
Meski menghadapi tantangan, keluarga Irfan memilih untuk tidak menaikkan harga produk. Mereka menyadari bahwa menjaga keterjangkauan harga menjadi salah satu cara mempertahankan pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang masih menuntut kehati-hatian masyarakat dalam berbelanja.
Bagi Novie, stabilitas sosial dan ekonomi memiliki pengaruh langsung terhadap keberlangsungan UMKM. Ketika masyarakat merasa aman dan optimistis terhadap kondisi negara, aktivitas ekonomi cenderung bergerak lebih baik sehingga memberikan peluang bagi usaha kecil untuk berkembang.
Selain mempertahankan harga, strategi efisiensi juga dilakukan dalam pengelolaan tenaga kerja. Namun, di tengah upaya penghematan, mereka tetap berusaha menjaga para pekerja yang selama ini membantu usaha keluarga tersebut.
“Tidak tega kalau harus memberhentikan rewang. Jadi kami atur jadwal kerjanya. Yang biasanya tiga orang, sekarang bergantian jadi dua orang. Nah yang satu tidak masuk, pekerjaannya kami kerjakan sendiri,” katanya.
Dikunjungi Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan pimpinan Istri Bupati, drg. MelaLangkah tersebut menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya berjuang untuk mempertahankan usahanya, tetapi juga berupaya menjaga sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar. Di tengah tekanan ekonomi, solidaritas dan kepedulian sosial tetap menjadi nilai yang dijaga.
Stabilitas nasional yang didukung rasa aman dan optimisme publik menjadi faktor penting bagi keberlangsungan sektor usaha rakyat. Kondisi yang kondusif akan mendorong investasi, memperkuat aktivitas ekonomi, serta memberikan ruang bagi UMKM untuk terus tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional.
Kisah Irfan dan Novie menjadi gambaran nyata bagaimana optimisme dan semangat bertahan masih hidup di kalangan pelaku usaha kecil. Di tengah berbagai tantangan, mereka memilih beradaptasi, menjaga kualitas produk, mempertahankan tenaga kerja, dan terus melayani pelanggan dengan harapan kondisi ekonomi akan semakin membaik.
Irfan ketika menerima kunjungan siswa-siswi yang belajar proses tempe di rumahnya yang memiliki tempat disebut Omah Edukasi TempeBagi pasangan ini, kepercayaan masyarakat dan stabilitas yang terjaga bukan sekadar isu nasional, melainkan fondasi yang menentukan apakah usaha kecil dapat terus bertahan dan berkembang di masa depan. Ans





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?