Foto: Sesi pembekalan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Di balik setiap jawaban matematika yang ditulis siswa, tersimpan proses berpikir, strategi, pengalaman belajar, bahkan hambatan yang tidak selalu dapat dijelaskan melalui angka dan statistik. Menyadari pentingnya memahami dimensi tersebut, Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Karya Ilmiah bertema “Penelitian Kualitatif dalam Pembelajaran Matematika” pada Kamis (11/6/2026) di ICLC Laboratorium Microteaching Lantai 1.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kompetensi metodologi penelitian bagi mahasiswa Tadris Matematika sekaligus upaya membangun budaya riset yang unggul, inovatif, dan relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang berfokus pada angka dan pengukuran, penelitian kualitatif hadir untuk mengungkap makna, proses, dan konteks yang melatarbelakangi suatu fenomena pembelajaran. Pendekatan inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan bimtek yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen Program Studi Tadris Matematika.
Hadir sebagai narasumber, Dr. Wahyu Henky Irawan, M.Pd., dosen Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang membawakan materi secara komprehensif mengenai paradigma, karakteristik, dan implementasi penelitian kualitatif dalam pendidikan matematika. Kegiatan dipandu oleh moderator Sulistya Umie Ruhmana Sari, M.Si., yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif dan dinamis. Dalam pemaparannya, Dr. Wahyu Henky menjelaskan bahwa penelitian kualitatif memiliki peran strategis dalam memahami bagaimana peserta didik membangun konsep matematika, mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, hingga menghadapi berbagai kesulitan belajar yang sering kali tidak terlihat melalui data numerik semata.
Dalam sesi materi, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai pendekatan penelitian kualitatif yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan matematika, mulai dari studi kasus, fenomenologi, etnografi, grounded theory, penelitian naratif, hingga deskriptif kualitatif.
Setiap pendekatan dibahas secara mendalam, mulai dari tujuan, karakteristik, teknik pengumpulan data, hingga contoh implementasinya dalam penelitian pembelajaran matematika. Melalui pembahasan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana memilih desain penelitian yang sesuai dengan masalah yang ingin dikaji. Tidak hanya itu, mahasiswa juga dibimbing memahami peran peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian kualitatif.
Oleh karena itu, kemampuan melakukan observasi, wawancara mendalam, analisis dokumen, refleksi, dan interpretasi data menjadi kompetensi yang harus dikuasai oleh calon peneliti pendidikan matematika. Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan berbagai tema penelitian yang memiliki relevansi tinggi dengan perkembangan pendidikan saat ini. Tema-tema tersebut dinilai memiliki nilai kebaruan (novelty) yang tinggi serta peluang besar untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan teori maupun praktik pendidikan matem Selain membahas desain penelitian, mahasiswa juga memperoleh pembekalan mengenai teknik analisis data kualitatif, mulai dari proses reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, hingga teknik coding, kategorisasi, dan penemuan tema-tema penelitian.
Narasumber juga menekankan pentingnya menjaga kualitas penelitian melalui berbagai teknik validasi data seperti triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi waktu, member checking, peer debriefing, dan penyusunan audit trail agar hasil penelitian memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi. Menurutnya, penelitian kualitatif harus tetap memenuhi kaidah ilmiah yang ketat melalui fokus penelitian yang jelas, rumusan masalah yang tajam, proses pengumpulan data yang sistematis, serta analisis yang mendalam dan argumentatif. Suasana akademik yang hidup terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penentuan subjek penelitian, teknik wawancara, observasi kelas, penyusunan pedoman wawancara, strategi analisis data, hingga cara menemukan kebaruan penelitian yang memiliki kontribusi nyata terhadap dunia pendidikan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa akan pentingnya penguasaan metodologi penelitian sebagai bekal menyusun skripsi maupun mengembangkan karier akademik di masa depan.
Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Penelitian Kualitatif ini, Program Studi Tadris Matematika FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang unggul, inovatif, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berorientasi pada kemaslahatan.Penguatan kompetensi penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, menjadi bagian dari strategi besar program studi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten sebagai pendidik matematika, tetapi juga mampu menjadi peneliti yang kritis, reflektif, dan solutif.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?